Pekan QRIS Nasional Pastikan Digitalisasi Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat

  • 15 Agt 2026 21:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Bank Indonesia terus mendorong transformasi digital yang semakin inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan melalui rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang dilaksanakan serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri pada 11–17 Agustus 2026. Mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!”, pelaksanaan PQN di Kota Tasikmalaya diarahkan untuk memastikan digitalisasi tidak berhenti pada peningkatan awareness dan penggunaan QRIS, tetapi semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, serta pelayanan publik.

Momentum PQN 2026 di Kota Tasikmalaya ditandai dengan penguatan tiga inisiatif utama digitalisasi, yaitu percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah melalui Tasik Melayani, implementasi Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap, serta penguatan digitalisasi pesantren melalui QRIS UMMAT. Ketiga inisiatif tersebut mencerminkan komitmen bersama Bank Indonesia, Pemerintah Kota Tasikmalaya, industri sistem pembayaran, dunia usaha, pesantren, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin luas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala BI Tasikmalaya Laura Rulida mengatakan, Bank Indonesia memandang perkembangan implementasi QRIS telah memasuki tahapan yang semakin matang. Fokus pengembangan tidak lagi hanya pada peningkatan awareness, tetapi juga pada perluasan usage dan penguatan quality. Dengan demikian, digitalisasi sistem pembayaran diharapkan mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang semakin mudah, cepat, aman, nyaman, dan berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Penguatan digitalisasi pertama diwujudkan melalui Tasik Melayani, yang menjadi bagian dari percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Pemerintah Kota Tasikmalaya terus memperluas transformasi digital pelayanan publik melalui pengembangan Tasik Hub, IPBB Digital, SiMaret, dan E-Retribusi Parkir. Berbagai inovasi tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah sekaligus memperkuat efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan penerimaan daerah.

“Digitalisasi juga diperluas pada pusat aktivitas ekonomi melalui peluncuran Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap. QRIS Tap merupakan salah satu inovasi sistem pembayaran yang memberikan pengalaman transaksi lebih cepat, praktis, dan nyaman. Implementasi QRIS Tap di Asia Plaza diharapkan tidak hanya memperluas pilihan pembayaran bagi masyarakat, tetapi juga menjadi rujukan bagi perluasan inovasi pembayaran digital di berbagai pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi lainnya di wilayah Priangan Timur,” kata Laura melalui keterangannya yang diterima RRI, Sabtu 15 Agustus 2026.

Inisiatif ketiga lanjut Laura, diarahkan pada penguatan inklusi digital di lingkungan pesantren melalui QRIS UMMAT. Pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui QRIS UMMAT, digitalisasi didorong untuk semakin berkembang pada berbagai aktivitas pesantren, termasuk unit usaha, koperasi, kantin, serta kegiatan sosial dan keumatan. Langkah tersebut diharapkan memperluas manfaat transformasi digital kepada semakin banyak lapisan masyarakat.

“Ketiga inisiatif tersebut membawa pesan digitalisasi perlu dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Pada pelayanan publik, digitalisasi diarahkan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas layanan,” ujarnya.

Pada pusat aktivitas ekonomi, digitalisasi diharapkan memperkuat efisiensi dan kualitas transaksi. Sementara pada pesantren dan komunitas, digitalisasi menjadi instrumen untuk memperluas inklusi ekonomi dan keuangan.

Sementara itu, sepanjang rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026, Bank Indonesia Tasikmalaya juga memperluas edukasi dan implementasi digitalisasi ke berbagai segmen masyarakat, mulai dari sekolah dan perguruan tinggi, pasar dan UMKM, pusat perbelanjaan, pelayanan pemerintah, hingga lingkungan pesantren. Upaya tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, industri sistem pembayaran, dunia usaha, akademisi, pesantren, komunitas, serta masyarakat.

Sejalan dengan semakin luasnya transaksi digital, Bank Indonesia kata Laura, juga terus memperkuat aspek pelindungan konsumen. Melalui kampanye PEKA – Peduli, Kenali, Adukan, masyarakat diajak untuk semakin cerdas dan waspada dalam bertransaksi digital, antara lain dengan menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak memberikan PIN, password, maupun OTP kepada pihak lain, serta selalu memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan transaksi.

Keberhasilan Pekan QRIS Nasional tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan maupun luasnya penggunaan QRIS, tetapi terutama dari manfaat digitalisasi yang dirasakan masyarakat. Transformasi digital diharapkan mampu membuat transaksi semakin mudah, pelayanan publik semakin baik, dunia usaha semakin efisien, inklusi ekonomi dan keuangan semakin luas, serta masyarakat semakin aman dalam melakukan transaksi digital.

“Ke depan, Bank Indonesia Tasikmalaya akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat efisiensi perekonomian, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas inklusi ekonomi dan keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya yang semakin maju dan berdaya saing,” kata Laura mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....