OJK Jabar Maksimalkan SiMoLEK dan Layanan SLIK untuk Masyarakat
- 12 Agt 2026 21:39 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus memperluas jangkauan edukasi serta akses informasi keuangan bagi masyarakat. Lewat optimalisasi sarana pengoperasian Sarana Informasi Mobil Edukasi Keuangan (SiMoLEK) serta fasilitas Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), masyarakat kini semakin mudah mengakses data riwayat kredit dan memperoleh edukasi keuangan secara langsung.
Data per 17 Juli 2026 mencatat, penggunaan layanan SLIK secara keseluruhan mencapai 24.302 pemohon. Terdiri dari 6.983 pengajuan secara online dan 17.319 permintaan secara langsung (walk-in).
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa tingginya angka permohonan SLIK menunjukkan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga rekam jejak keuangan dan riwayat kredit yang bersih demi kemudahan akses pembiayaan.
"SLIK menjadi sarana krusial bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memantau kelayakan kredit mereka. Tingginya permintaan layanan, baik secara walk-in maupun online, menandakan bahwa masyarakat kini semakin paham pentingnya credit scoring sebelum mengajukan pinjaman ke lembaga jasa keuangan," ujar Darwisman, Rabu 12 Agustus 2026.
Rincian pemanfaatan SLIK menunjukkan wilayah KOBD mencatatkan 1.553 pemohon online dan 8.107 pemohon walk-in. Sementara di wilayah KOCB tercatat 2.479 pemohon online dan 4.387 pemohon walk-in, disusul wilayah KOTM dengan 2.951 pemohon online dan 4.825 pemohon walk-in.
Tak hanya layanan SLIK, OJK Jabar juga gencar menjemput bola melalui operasionalisasi armada SiMoLEK. Sepanjang tahun 2026 hingga pertengahan Juli, SiMoLEK telah menggelar 43 kegiatan edukasi, yang tersebar di wilayah KOBD (25 kegiatan), KOCB (14 kegiatan), dan KOTM (4 kegiatan). Capaian ini melanjutkan tren positif tahun 2025 yang sukses merealisasikan total 89 kegiatan SiMoLEK.
Dalam pelaksanaannya, SiMoLEK menyasar berbagai pusat keramaian dan momentum strategis. Di antaranya kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PUJK, program edukasi keuangan terpadu, ajang olahraga atau Car Free Day, pasar rakyat dan bazar, hingga momentum peluncuran maupun promosi produk keuangan.
Darwisman menegaskan bahwa keberadaan SiMoLEK dirancang fleksibel agar mampu menjangkau berbagai lapisan elemen masyarakat secara inklusif, termasuk kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan pelaku usaha jasa keuangan.
"Layanan SiMoLEK ini merupakan wujud hadirnya OJK di tengah masyarakat. Armada edukasi ini dapat dimanfaatkan oleh PUJK, Pemda, pemangku kepentingan strategis, hingga konsumen dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi keuangan hingga ke tingkat akar rumput," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....