Tingkatkan Cerdas Finansial, OJK Jangkau 4,2 Juta Peserta hingga Juli 2026

  • 12 Agt 2026 21:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat komitmennya dalam menggenjot tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Berdasarkan data realisasi pelaksanaan per 17 Juli 2026, OJK berhasil menggelar sebanyak 10.881 kegiatan edukasi keuangan yang telah menjangkau hingga 4.277.968 peserta dari berbagai wilayah dan elemen masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, mengungkapkan bahwa masifnya pelaksanaan edukasi keuangan ini merupakan langkah strategis untuk membentengi masyarakat dari berbagai risiko kejahatan finansial sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi.

"Kami terus berkomitmen agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Jawa Barat dan sekitarnya, semakin cerdas, bijak, serta terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan lembaga jasa keuangan resmi. Penguatan literasi ini menjadi fondasi utama perekonomian daerah yang tangguh," ujar Darwisman. Rabu 12 Agustus 2026.

Dari total capaian tersebut, wilayah KOBD menjadi penyumbang terbesar dengan membukukan 8.841 kegiatan edukasi dan menjangkau 3.198.919 peserta. Kanal edukasi digital mendominasi jumlah jangkauan di KOBD dengan angka fantastis mencapai 2.558.426 peserta dari 582 kegiatan, disusul kolaborasi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) sebanyak 7.596 kegiatan dengan 581.438 peserta, serta edukasi langsung sebanyak 663 kegiatan (59.055 peserta).

Sementara itu, wilayah KOCB mencatatkan realisasi sebanyak 1.648 kegiatan edukasi dengan total 675.948 peserta. Capaian KOCB didukung oleh 1.088 kegiatan edukasi langsung (12.036 peserta), 477 kegiatan digital (511.622 peserta), serta 39 kegiatan kolaborasi PUJK (5.030 peserta).

Adapun di wilayah KOTM, realisasi edukasi tercatat sebanyak 385 kegiatan yang melibatkan 400.159 peserta. Angka tersebut terdiri atas 72 kegiatan edukasi langsung dengan 18.371 peserta, 303 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 380.308 peserta, dan 10 kegiatan kolaborasi PUJK dengan 1.480 peserta.

Darwisman menegaskan bahwa strategi edukasi berbasis digital dan sinergi bersama industri jasa keuangan menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan pemahaman keuangan secara cepat dan efisien.

"Pemanfaatan kanal digital terbukti sangat efektif menembus batas wilayah dan menjangkau jutaan masyarakat secara masif. Kendati demikian, interaksi melalui edukasi langsung tetap kami pertahankan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam dan interaktif," jelasnya.

Guna memastikan edukasi berjalan tepat sasaran, OJK memfokuskan programnya pada lima segmen prioritas, yakni kelompok Perempuan/Ibu Rumah Tangga (IRT), Pelajar/Mahasiswa/Pemuda, Penyandang Disabilitas, Petani/Nelayan, serta Pelaku UMKM. Sinergi berkelanjutan antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan diharapkan dapat terus mendorong inklusi keuangan yang merata dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....