Aset Perbankan Jabar Tembus Rp1.083 Triliun di Juni 2026

  • 03 Agt 2026 23:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,B andung - Sektor perbankan di Jawa Barat mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan yang konsisten pada aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), maupun penyaluran kredit hingga posisi Juni 2026. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengungkapkan, total aset perbankan di Jawa Barat tumbuh sebesar 5,67 persen secara tahunan (year on year/YoY) mencapai Rp1.083,11 triliun pada Juni 2026, naik dari posisi Juni 2025 sebesar Rp1.025,01 triliun.

"Capaian total aset perbankan Jawa Barat ini didominasi oleh Bank Umum sebesar Rp1.049,93 triliun, sementara Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menyumbang sebesar Rp33,18 triliun," ujar Darwisman. Senin 3 Agustus 2026.

Darwisman menjelaskan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 8,23 persen (YoY) dari Rp712,58 triliun menjadi Rp771,21 triliun. Pertumbuhan DPK ini disokong utama oleh produk Giro yang melonjak pesat hingga 21,48 persen menjadi Rp179,93 triliun, serta Tabungan yang tumbuh 7,28 persen menjadi Rp365,64 triliun dengan pangsa pasar terbesar mencapai 47,41 persen.

Sementara itu, kinerja penyaluran kredit perbankan di Jawa Barat tumbuh positif 8,58 persen (YoY) menjadi Rp1.120,79 triliun pada Juni 2026, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.032,26 triliun.

"Pertumbuhan kredit perbankan ini terdorong signifikan oleh penyaluran kredit investasi yang melonjak hingga 23,66 persen secara tahunan menjadi Rp265,21 triliun. Selain itu, kredit konsumsi juga tumbuh solid sebesar 8,16 persen menjadi Rp517,40 triliun dengan porsi terbesar mencapai 46,17 persen dari total kredit," kata Darwisman.

Meski demikian, untuk jenis penggunaan kredit modal kerja mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,37 persen (YoY) menjadi Rp338,17 triliun, dengan pangsa pasar sebesar 30,17 persen dari total kredit.

Dari sisi indikator risiko dan likuiditas, rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan di Jawa Barat berada pada level 3,42 persen. Walaupun rasio NPL kredit konsumsi mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen menjadi 3,38 persen, tingkat NPL modal kerja turun 0,18 persen menjadi 4,80 persen dan NPL investasi membaik dengan penurunan 0,22 persen menjadi 1,74 persen.

Di sisi lain, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan Jawa Barat tercatat cukup tinggi mencapai 145,33 persen. Hal ini mencerminkan tingginya ekspansi penyaluran kredit oleh industri perbankan dalam mendorong roda perekonomian dan intermediasi di wilayah Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....