Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat Capai 5,79 Persen, Darwisman: Momentum Pemulihan

  • 03 Agt 2026 10:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID,Bandung - Perekonomian Provinsi Jawa Barat mencatatkan kinerja positif pada Triwulan I 2026 dengan laju pertumbuhan mencapai 5,79 persen (year-on-year). Angka ini menunjukkan performa impresif karena berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa capaian ini menegaskan ketahanan dan dinamika perekonomian Tatar Sunda yang terus membaik di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.

"Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,79 persen pada awal tahun 2026 ini menunjukkan momentum pemulihan dan penguatan yang sangat solid. Kita bersyukur kinerjanya mampu berada di atas laju pertumbuhan nasional," kata Darwisman dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa 3 Agustus 2026.

Selain pertumbuhan PDRB yang positif, laju inflasi di Jawa Barat pada Juni 2026 juga relatif terkendali di angka 3,08 persen (year-on-year). Pengendalian inflasi yang terjaga ini berbanding lurus dengan perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat, di mana tingkat pengangguran terbuka per Februari 2026 tercatat sebesar 6,64 persen (1,79 juta jiwa) dan tingkat kemiskinan per September 2025 sebesar 6,78 persen (3,55 juta jiwa).

Lebih lanjut, Darwisman menyoroti adanya perbaikan struktur ketimpangan pendapatan masyarakat yang tercermin dari penurunan angka Gini Ratio sebesar 0,019 poin menjadi 0,397 poin, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat tahun 2025 yang sukses mencapai 75,90 persen.

"Penurunan Gini Ratio dan peningkatan IPM hingga 75,90 persen mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga makin inklusif dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas," ujar Darwisman.

Dilihat dari sisi lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan masih menjadi penopang utama struktur PDRB Jawa Barat dengan porsi 39,60 persen dan laju pertumbuhan 3,99 persen. Namun, pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh sektor Akomodasi dan Makan Minum yang melonjak hingga 17,34 persen, disusul sektor Transportasi sebesar 16,58 persen, Jasa Perusahaan 15,55 persen, serta Jasa Lainnya sebesar 15,53 persen.

"Sektor industri tetap menjadi tulang punggung utama PDRB kita. Di sisi lain, kebangkitan sektor pariwisata, akomodasi, serta transportasi memberikan dorongan akselerasi yang sangat signifikan bagi perekonomian daerah," ucapnya.

Dari sisi pengeluaran, Konsumsi Rumah Tangga masih memegang peran dominan dalam struktur PDRB Jawa Barat dengan kontribusi mencapai 65,22 persen dan tumbuh sebesar 5,47 persen. Sementara itu, komponen Konsumsi Pemerintah mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi sebesar 55,95 persen, diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang tumbuh 4,57 persen.

Darwisman menegaskan komitmen OJK Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan industri keuangan untuk terus memperkuat sinergi. Langkah ini penting guna menjaga stabilitas sektor keuangan serta mendorong pembiayaan pada sektor-sektor prioritas bagi 51,16 juta penduduk Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....