Mengenal Pasar Modal, Jembatan Dana dan Investasi untuk Pertumbuhan Usaha

  • 11 Jun 2026 14:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pasar modal memiliki peran penting sebagai penghubung antara pihak yang membutuhkan dana untuk mengembangkan usaha dengan pihak yang memiliki kelebihan dana. Manajer Senior Departemen Perizinan Kelembagaan dan Profesi Pelaku OJK, Mochamad Hafidzi, menjelaskan bahwa melalui pasar modal, perusahaan dapat memperoleh dana segar untuk membangun pabrik baru, memperluas usaha, atau meningkatkan kapasitas produksi.

“Investor yang memiliki kelebihan dana, baik untuk tabungan pensiun, pendidikan anak, maupun peningkatan aset, dapat menyalurkan dana tersebut ke pasar modal. Sebagai gantinya, mereka memperoleh efek sebagai bukti kepemilikan atau hak atas investasi,” ujar Hafidzi dalam kegiatan ToT Redaktur, Jurnalis Media Massa, Duta Literasi Keuangan, di Cirebon, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menekankan bahwa kegiatan di pasar modal tidak bisa dilakukan sembarangan. Semua transaksi harus diatur secara transparan, teratur, dan efisien, serta melindungi kepentingan semua pihak. “OJK hadir untuk memastikan pelaku pasar modal memenuhi aturan dan menjaga kepercayaan investor,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hafidzi menjelaskan berbagai instrumen pasar modal yang tersedia bagi masyarakat. Selain saham dan obligasi, terdapat reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), dan instrumen lainnya yang memungkinkan diversifikasi portofolio sesuai profil risiko investor. “Prinsipnya sama seperti belanja kebutuhan sehari-hari. Kita tidak hanya membeli beras, tetapi juga lauk dan buah. Begitu pula dengan investasi, harus beragam agar lebih seimbang,” jelasnya.

Pasar modal, lanjut Hafidzi, memiliki empat peran utama. Pertama, menyediakan instrumen investasi yang beragam. Kedua, menjadi perantara pengalokasian dana secara efisien dan transparan. Ketiga, menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengembangkan usaha melalui penerbitan efek. Keempat, memungkinkan masyarakat memiliki saham perusahaan publik yang sehat dan berprospek baik.

“Yang menarik, masyarakat bisa menjadi pemilik perusahaan publik yang produknya digunakan sehari-hari. Dengan membeli saham, meski porsinya kecil, kita ikut memiliki perusahaan tersebut,” katanya.

Hafidzi juga menggambarkan struktur pasar modal di Indonesia layaknya sebuah kota sibuk yang membutuhkan aturan jelas dan pengawasan ketat. OJK berperan sebagai regulator utama, memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan. “OJK ibarat pemerintah yang mengatur lalu lintas pasar modal agar tetap efisien dan melindungi investor,” ujarnya.

Selain OJK, terdapat tiga infrastruktur utama pasar modal: Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Bursa Efek menjadi tempat bertemunya permintaan dan penawaran efek, sementara lembaga kliring dan penjaminan memastikan transaksi berjalan lancar. “Bursa efek itu seperti marketplace, mempertemukan penjual dan pembeli efek,” jelas Hafidzi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....