OJK Gandeng Puluhan Jurnalis Jadi Duta Literasi Keuangan Indonesia
- 11 Jun 2026 13:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkecil jarak atau gap antara tingkat literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat. Salah satu strategi krusial yang ditempuh adalah dengan menggandeng insan pers di daerah sebagai agen edukasi yang mampu memberikan dampak pengganda (multiplier effect) secara masif.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) bersama Redaktur dan Wartawan Media Massa di Cirebon yang berlangsung pada Rabu, 10 Juni hingga Jumat, 12 Juni 2026. Melalui kolaborasi ini, para jurnalis diharapkan tidak hanya sekadar memberitakan, melainkan ikut bergerak aktif mengedukasi masyarakat sekitarnya mengenai pentingnya kecerdasan finansial.
Asisten Direktur Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Chandra Shadiq Faritzi, mengungkapkan bahwa ketimpangan antara pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan dan akses penggunaannya masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data nasional, terdapat ketidakseimbangan nyata di mana angka penggunaan produk jasa keuangan jauh melampaui tingkat pemahaman riil konsumen terhadap risiko produk yang mereka gunakan.
"Masih banyak konsumen kita yang sebetulnya sudah menggunakan produk jasa keuangan, tetapi mereka sendiri belum memahami esensi dan risiko dari produk tersebut secara utuh. Gap atau kesenjangan inilah yang menjadi tantangan besar sekaligus fokus utama penanganan kami saat ini," ujar Chandra Shadiq Faritzi saat memaparkan materi sosialisasi di Cirebon.
Lebih lanjut, Chandra menjelaskan OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) telah menginisiasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau yang dikenal dengan program GENCARKAN. Gerakan ini dirancang secara masif melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi keuangan di 514 kabupaten/kota di Indonesia, dengan menyasar kelompok prioritas mulai dari pelajar, pelaku UMKM, perempuan, petani, nelayan, hingga penyandang disabilitas.
Sebagai bagian dari akselerasi gerakan tersebut, OJK meluncurkan program OJK PEDULI yang secara khusus membentuk Duta Literasi Keuangan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk media massa. Melalui program ini, para jurnalis dapat menyebarkan konten edukasi finansial melalui empat saluran utama, yakni edukasi langsung secara tatap muka, edukasi digital via media sosial, diseminasi informasi melalui platform berbagi pesan, serta pemanfaatan platform pembelajaran mandiri gratis lewat LMSKU OJK.
Di tempat terpisah, fenomena kebiasaan buruk keuangan yang melanda generasi muda juga menjadi sorotan tajam. Di tengah dominasi populasi generasi Z yang mencapai 27,94 persen di Indonesia, marak terjadi perilaku doom spending, yakni kebiasaan berbelanja tanpa pikir panjang demi ketenangan sesaat akibat rasa pesimis terhadap masa depan ekonomi. Tren negatif ini diperparah dengan budaya YOLO (You Only Live Once), FOMO (Fear of Missing Out), dan FOPO (Fear of Other People Opinion) yang sering mengaburkan prioritas hidup.
Guna menangkal fenomena tersebut, Chandra Shadiq Faritzi mengajak para jurnalis di Cirebon untuk ikut mengampanyekan solusi pengelolaan anggaran yang sehat, salah satunya lewat tren loud budgeting. Pendekatan ini menekankan pada komunikasi terbuka dan penuh rasa percaya diri mengenai batasan anggaran pribadi tanpa perlu merasa malu, sekaligus mengedukasi langkah taktis seperti mengaktifkan notifikasi perbankan seluler dan menyusun skala prioritas dalam berbelanja.
Hingga awal Juni 2026, sistem OJK mencatat telah ada sebanyak 38.963 Duta Literasi Keuangan yang berpartisipasi aktif dalam sistem pelaporan OJK PEDULI. Melalui sinergi erat bersama awak media di wilayah Cirebon, OJK optimistis jangkauan edukasi cerdas keuangan dapat merasuk lebih dalam ke seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan target Indonesia yang sejahtera dan mandiri secara finansial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....