Inklusi Pasar Modal Jawa Barat Tumbuh Pesat, OJK Soroti Peran PVML dan PPDP
- 02 Jun 2026 19:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat mencatat perkembangan signifikan pada sektor pasar modal dan lembaga keuangan non-bank di awal tahun 2026. Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal terus meningkat, tercermin dari lonjakan jumlah Single Investor Identification (SID) di Jawa Barat.
Per Maret 2026, jumlah SID di Jawa Barat mencapai 4.867.627 SID, tumbuh 63,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi secara nasional, menunjukkan minat masyarakat Jawa Barat terhadap pasar modal semakin kuat,” ujar Darwisman dalam keterangan tertulisnya yang diterima RRI, Selasa 2 Juni 2026.
Selain itu, total transaksi saham dari Jawa Barat mencapai Rp36,40 triliun, terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Saat ini, terdapat 85 perusahaan asal Jawa Barat yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia, berasal dari berbagai sektor seperti perbankan, telekomunikasi, properti, industri makanan dan minuman, otomotif, migas, hingga jasa konsumen.
Darwisman menambahkan, perkembangan positif juga terlihat pada Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, serta Lembaga Jasa Keuangan lainnya (PVML). Penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 1,4 persen YoY, dari Rp80,11 triliun pada Februari 2025 menjadi Rp81,23 triliun pada Februari 2026, dengan rasio NPF sebesar 3,44 persen.
Sementara itu, perusahaan Modal Ventura menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,43 triliun, meningkat 8,91 persen YoY. “Modal Ventura berperan penting dalam mendukung pembiayaan usaha rintisan dan sektor inovatif, meski tetap harus menjaga rasio NPF yang kini berada di angka 4,94 persen,” jelas Darwisman.
Perkembangan pesat juga terjadi pada sektor fintech peer-to-peer lending. Hingga Desember 2025, penyaluran pembiayaan mencapai Rp23,94 triliun, naik 22,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat Wanprestasi (TWP) 90 hari tercatat sebesar 3,29 persen, masih dalam batas kewajaran.
Di sisi lain, sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) turut mencatatkan pertumbuhan. Total aset dana pensiun di Jawa Barat pada Februari 2026 meningkat 5,58 persen YoY, dari Rp22,19 triliun menjadi Rp23,43 triliun. Hal ini menunjukkan adanya penguatan peran dana pensiun dalam mendukung ketahanan keuangan masyarakat.
Darwisman menegaskan, OJK Jawa Barat akan terus mendorong penguatan ekosistem pasar modal dan lembaga keuangan non-bank. “Kami berkomitmen menjaga stabilitas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Pertumbuhan inklusi harus diiringi dengan literasi agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....