Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan Jawa Barat Triwulan I 2026 Tetap Tangguh
- 02 Jun 2026 19:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Jawa Barat pada Triwulan I 2026 masih menunjukkan ketahanan yang solid di tengah tekanan ekonomi global maupun nasional.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa sektor perbankan tetap tumbuh positif. “Total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan kredit perbankan di Jawa Barat masing-masing tumbuh 5,93 persen, 9,17 persen, dan 1,39 persen secara tahunan. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa 2 Juni 2026.
Indikator Stabilitas Perbankan Jawa Barat (Maret 2026):
- NPL (Non-Performing Loan): 3,44 persen, masih dalam batas aman.
- LDR (Loan to Deposit Ratio): 135,27 persen, menunjukkan penyaluran kredit lebih besar dibandingkan dana yang dihimpun.
- Penyaluran Kredit: Rp1.047 triliun, dengan kontribusi 11,85 persen terhadap total kredit nasional.
Darwisman menambahkan, sektor rumah tangga dan industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar penyaluran kredit dengan risiko relatif rendah. Kredit rumah tangga mencapai Rp438,16 triliun (tumbuh 4,82 persen YoY), sementara industri pengolahan Rp170,72 triliun (tumbuh 6,50 persen YoY). Sektor real estate bahkan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 12,79 persen YoY dengan NPL hanya 0,75 persen.
Namun, perlambatan terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan. “Kami mendorong perbankan tetap menyalurkan kredit ke sektor produktif dengan risiko terukur agar pertumbuhan ekonomi daerah berlanjut secara berkesinambungan,” tegas Darwisman.
Dari sisi jenis usaha, perbankan konvensional masih mendominasi dengan market share aset 90,36 persen, DPK 89,46 persen, dan kredit 88,41 persen. Sementara itu, bank umum menguasai hampir seluruh pangsa pasar dengan aset Rp1.049 triliun dan kredit Rp1.023 triliun.
Adapun BPR dan BPRS di Jawa Barat mencatat total aset Rp33,22 triliun, tumbuh 1,61 persen YoY. Meski penyaluran kredit naik 3,08 persen, rasio NPL gross meningkat dari 12,18 persen (Maret 2025) menjadi 14,09 persen (Maret 2026).
Darwisman menekankan, OJK Jawa Barat akan terus memperkuat pengawasan dan mendorong perbankan agar tetap fokus pada sektor-sektor produktif yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....