OJK Jawa Barat Siapkan Replikasi Pelatihan Bisindo ke 26 Kabupaten/Kota

  • 18 Mei 2026 12:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Upaya membangun layanan keuangan inklusif bagi penyandang disabilitas di Jawa Barat terus diperluas. Setelah sukses menggelar pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bagi frontliner perbankan di Kota Bandung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memastikan program ini akan dikembangkan ke 26 kabupaten/kota lainnya.

Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menegaskan pelatihan Bisindo bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan bagian dari strategi besar membangun ekosistem keuangan yang inklusif. “Setelah masyarakat difabel memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang baik, kita dorong aksesnya. Harapannya, masyarakat difabel bisa terangkat ekonominya dan sejahtera melalui usaha masing-masing,” ujarnya.

Darwisman menekankan, di balik keterbatasan, Allah menitipkan kelebihan luar biasa pada kaum difabel. “Kemampuan dan skill mereka bisa menjadi inspirasi. Mereka bisa mandiri secara keuangan dan ekonomi,” katanya. Meski tidak ada insentif khusus bagi bank yang melayani nasabah difabel, OJK akan memberikan apresiasi besar kepada perbankan yang aktif menghadirkan layanan ramah disabilitas.

Menurutnya, peserta pelatihan akan menjadi duta literasi keuangan di lingkungan perbankan. “Apresiasi bukan hanya dari OJK, tapi dari seluruh rakyat Indonesia. Bank yang aktif melayani kaum difabel akan mendapat penghargaan luar biasa,” tambahnya.

Darwisman menilai keberhasilan pelatihan di Bandung menjadi modal penting untuk replikasi di daerah lain. “Kalau di Bandung ekosistem keuangan inklusif bisa berjalan baik, literasi keuangan bisa diterapkan, maka akan lebih mudah mereplikasi ke 26 kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia mencontohkan keberhasilan program Satgas Kampung Bersih Rentenir dan Satgas Anti Rentenir di Bandung yang kini diminati seluruh kabupaten/kota. “Semua ingin mereplikasi. Sama halnya dengan pelatihan Bisindo ini, saya yakin segera bisa diterapkan di seluruh Jawa Barat,” tegasnya.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengurangi peran bank emok atau praktik pinjaman informal yang merugikan masyarakat. “Pelatihan Bisindo menjadi bagian dari strategi besar membangun ekosistem keuangan sehat, inklusif, dan berkeadilan,” kata Darwisman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....