Kelurahan Sukagalih Proyek Percontohan Koperasi Merah Putih Berbasis Tehnologi
- 01 Apr 2026 10:51 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Dalam sesi ekspose, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sukagalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Agus Supratman, memaparkan transformasi koperasinya yang kini telah menjadi pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat berbasis sosial dan teknologi." Koperasi metah putih yang kami bentuk menjadi pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat berbasis sosial dan teknologi."katanya, di Garut, Rabu, 1 April 2026.
Ia mengatakan, terbentuk melalui Musyawarah Kelurahan Khusus pada 27 Mei 2025, KKMP Sukagalih mencatatkan diri sebagai salah satu koperasi yang paling progresif dalam hal legalitas. "Dan alhamdulilah kami juga sudah bersertifikat NIK yaitu Grade C1- KUK1. Alhamdulillah anggota perkemarin Januari 2026 yaitu 1.110 anggota tersebar di 22 RW," tuturnya.
Ia menyampaikan, hingga Januari 2026, KKMP Sukagalih telah merangkul 1.110 anggota yang tersebar di 22 RW. Agus menyoroti potensi besar dari kaum perempuan di wilayahnya.
Berdasarkan data kependudukan Kelurahan Sukagalih yang berjumlah 17.887 jiwa (dengan total 5.613 Kepala Keluarga), terdapat 1.093 Kepala Keluarga (KK) perempuan.
"Kami menganalisa bahwa ada beberapa potensi ekonomi salah satunya perdagangan, pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, ekonomi berbasis komunitas dan kuliner dan jasa. Dan ini menandakan bahwa koperasi akan hadir sebagai penggerak ekonomi masyarakat," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sindanggalih, Dede Ramdani, menjelaskan, strategi pengembangan ekonomi di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ajat Sudrajat. Dengan jumlah penduduk mencapai 9.536 jiwa (3.003 KK) yang tersebar di 19 RW, Sindanggalih memiliki basis ekonomi yang kuat di sektor primer.
"Yang pertama sektor pertanian sebagai sektor primer yang hingga saat ini masih menjadi mata pencaharian utama sebagian masyarakat Desa Sindanggalih. Yang kedua sektor perdagangan dan UMKM yang menunjukkan aktivitas ekonomi lokal yang cukup dinamis di tengah masyarakat," katanya.
Kehadiran KDMP Sindanggalih diproyeksikan sebagai wadah penguatan ekonomi kerakyatan melalui tiga pilar unit usaha utama yaitu unit simpan pinjam yaitu mem diberikan akses permodalan bagi masyarakat untuk memutus rantai pinjaman non-formal, unit penjualan sembako yaitu menjamin ketersediaan pangan murah bagi warga, dan pemberdayaan UMKM: Melakukan pendampingan bagi pengrajin tangan dan pelaku kuliner lokal agar naik kelas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....