OJK Jabar Genjot Edukasi Keuangan, Ribuan Laporan Ditindak
- 25 Nov 2025 13:14 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat terus memperluas program edukasi, kemitraan, dan pelindungan konsumen. Hingga 31 Oktober 2025, Kantor OJK Regional Bandung (KOBD) telah melaksanakan 10.915 kegiatan edukasi keuangan, baik tatap muka maupun daring, di 27 kota/kabupaten. Jumlah peserta mencapai 2,18 juta orang.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyebut literasi keuangan sebagai fondasi penting bagi masyarakat. “Edukasi bukan sekadar sosialisasi, tapi upaya membangun kesadaran agar masyarakat terhindar dari jebakan keuangan ilegal,” ujarnya melalui siaran tertulis yang diterima RRI, Selasa (25/11/2025).
Sejumlah program tematik digulirkan, di antaranya:
- Bulan Inklusi Keuangan
- Kampung Bersih Rentenir (KBR) di Kota Bandung
- Edukasi pasar modal bagi pelajar, mahasiswa, dan pegawai
- Edukasi calon pekerja magang ke Jepang melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan)
- Pemanfaatan SiMOLEK (Mobil Literasi dan Edukasi Keuangan) dalam program Pemprov Jabar Abdi Nagri Nganjang Ka Warga
- OJK PEDULI, melibatkan generasi muda sebagai duta literasi keuangan
Darwisman menekankan, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan. “Kami dorong anak-anak muda menjadi agen perubahan, agar literasi keuangan merata dan masif,” tegasnya.
Baca juga:Inklusi Pasar Modal Jabar Tumbuh 18 Persen
Pelindungan Konsumen
Selain edukasi, KOBD juga memberikan 918 layanan informasi, pertanyaan, dan pengaduan hingga 20 Oktober 2025. OJK Jabar bersama 12 lembaga lain tergabung dalam Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) untuk menindak praktik keuangan tanpa izin.
Sejak awal 2025, Satgas PASTI Jabar menerima 3.487 laporan terkait aktivitas keuangan ilegal dan pinjaman online. Darwisman menegaskan, penanganan laporan dilakukan melalui inventarisasi, klarifikasi, hingga pemeriksaan bersama.
“Kami serius melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal. Edukasi dan penindakan berjalan beriringan, agar masyarakat tidak lagi menjadi korban,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....