Wamendag: Fortuna Shoes Bukti Produk Indonesia Mampu Bersaing Global

  • 14 Sep 2026 16:51 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau pabrik sepatu CV Fortuna Shoes di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 14 September 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan industri alas kaki dalam memperluas akses pasar ekspor.

Dalam kunjungannya, Wamendag Dyah Roro mengapresiasi kualitas produk Fortuna Shoes yang dinilai mampu bersaing di pasar internasional. Produk sepatu perusahaan yang telah berdiri sejak 1970 itu diketahui telah diekspor ke sejumlah negara, di antaranya Jepang, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

“Kami mengapresiasi produk sepatu dari Fortuna Shoes yang begitu baik kualitasnya dan berdaya saing di pasar internasional. Produk ini sudah diekspor ke beberapa negara, seperti Jepang, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya,” ujar Dyah Roro.

Ia juga menyoroti penerapan sistem Informasi Surat Keterangan Asal (ISKA) di Fortuna Shoes. Menurutnya, keberadaan Surat Keterangan Asal (SKA) penting untuk memastikan kejelasan asal produk Indonesia yang dipasarkan ke luar negeri.

“Yang penting, sistem ISKA sudah berjalan di Fortuna Shoes karena Surat Keterangan Asal ini penting sehingga produk yang diekspor ke luar negeri jelas berasal dari Indonesia,” katanya.

Dyah Roro mengatakan kunjungannya juga berkaitan dengan persiapan penyelenggaraan Great Expo Indonesia yang akan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli atau buyer dari berbagai negara.

Ia menyebutkan, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya terdapat sekitar 8.000 buyer yang hadir. Karena itu, keterlibatan Fortuna Shoes dalam ajang tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekspansi pasar ke negara-negara lainnya.

“Kunjungan saya ke sini dalam rangka kesiapan. Sebentar lagi ada Great Expo Indonesia yang akan menghadirkan banyak buyer dari lintas negara. Tahun lalu ada sekitar 8.000 buyer yang hadir. Harapannya, dengan keterlibatan Fortuna Shoes di Great Expo, bisa mendapatkan kesempatan untuk ekspansi pasar ke negara lainnya,” tuturnya.

Menurut dia, keberadaan Fortuna Shoes juga menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Selain menghasilkan produk untuk pasar ekspor, perusahaan tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Fortuna Shoes telah berdiri sejak 1970. Lebih dari 60 persen tenaga kerja di perusahaan tersebut merupakan perempuan, sementara masyarakat di sekitar lokasi juga diberdayakan sebagai bagian dari kegiatan produksinya.

“Banyak yang bekerja di sini sudah lebih dari 20 tahun. Saya bersyukur ada efek berganda yang dirasakan, tidak hanya dari sisi ekspor, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan tenaga kerja,” ujarnya.

Dyah Roro menegaskan pemerintah terus memberikan dukungan dan fasilitas kepada industri kreatif dan sektor manufaktur berorientasi ekspor, salah satunya melalui penyelenggaraan Great Expo Indonesia. Untuk Jawa Barat, pemerintah juga akan menyiapkan tempat khusus dalam ajang tersebut untuk menampilkan berbagai produk unggulan daerah.

Selain melalui pameran, pemerintah mendorong pelaku usaha memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara untuk memperluas akses pasar. “Kita memiliki perwakilan di 33 negara melalui atase perdagangan yang menyiapkan tim promotion center. Jaringan ini bisa dioptimalkan karena mereka kami tugaskan khusus untuk mencarikan pasar dan buyer,” kata Dyah Roro.

Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat semakin memperkuat daya saing produk dalam negeri sekaligus mendorong lebih banyak pelaku industri untuk menembus pasar ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....