Indonesia Green Building Festival 2026: Solusi Bangun Indonesia
- 10 Sep 2026 11:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dampak perubahan iklim yang semakin terasa mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, menjadi tantangan yang turut memengaruhi arah pembangunan saat ini. Di tengah kebutuhan gedung dan infrastruktur yang terus berkembang untuk mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan dan aktivitas masyarakat, pendekatan pembangunan tidak lagi hanya dituntut untuk memenuhi aspek fungsi dan performa, tetapi juga mampu mengurangi dampak terhadap lingkungan dan jejak karbon yang dihasilkan.
Berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan berkelanjutan melalui operasi yang bertanggung jawab dan produk rendah karbon, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), bekerja sama dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) menyelenggarakan Indonesia Green Building Festival 2026 – Bangun Indonesia: Bandung Chapter di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Green Building Festival 2026 yang diselenggarakan SIG dan GBCI di lima kota di Indonesia.
Mengusung tema "Integrasi Desain, Performa, dan Inovasi Material Hijau pada Bangunan Rendah Karbon", acara ini menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan praktisi di bidang konstruksi, arsitektur, serta regulator dan akademisi untuk berbagi perspektif dan pengalaman mengenai berbagai pendekatan dalam mewujudkan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali menyampaikan bahwa sebagai Corporate Founder GBCI, Solusi Bangun Indonesia terus memperkuat komitmen untuk memimpin green movement dari sisi industri, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem konstruksi.
“Bagi Solusi Bangun Indonesia, prinsip keberlanjutan tidak hanya menjadi tujuan perusahaan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan bisnis dan operasi untuk menghadirkan produk dan solusi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan saat ini dan masa depan. Tentunya upaya ini perlu didorong secara menyeluruh, mulai dari desain, pemilihan material, proses konstruksi hingga operasional bangunan, sehingga kebutuhan pembangunan dapat terus terpenuhi dengan jejak karbon yang semakin rendah,” ujar Rizki.

Untuk menghadirkan produk dan solusi rendah karbon, Solusi Bangun Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk mendorong proses produksi yang lebih efisien dan rendah emisi, mulai dari pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, peningkatan efisiensi energi, hingga penggunaan energi terbarukan. Upaya ini berjalan beriringan dengan pengembangan produk dan solusi bahan bangunan yang ramah lingkungan sesuai kebutuhan konstruksi dan tren pembangunan yang terus berkembang.
“Kami terus mendorong inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kualitas dan performa sesuai kebutuhan konstruksi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada fungsi bagi penggunanya. Bersama SIG, kami berkomitmen menyediakan material berkelanjutan agar lebih banyak konstruksi di Indonesia memperoleh kualitas, durabilitas, dan nilai tambah untuk jangka panjang,” sambung Rizki.
Seminar Indonesia Green Building Festival 2026 juga menjadi ruang untuk membahas bagaimana inovasi material dapat diintegrasikan dengan desain dan performa bangunan dalam mendukung konstruksi rendah karbon. Dalam forum tersebut, para narasumber berbagi perspektif mengenai tantangan dan peluang penerapan konsep bangunan hijau dari berbagai sudut pandang, mulai dari kebijakan, perencanaan dan desain, hingga pemilihan material.
Chairperson Green Building Council Indonesia, Ir. Ignesjz Kemalawarta, M.B.A., menilai keterlibatan industri bahan bangunan menjadi bagian penting dalam memperluas penerapan prinsip bangunan hijau. Menurutnya, pembahasan mengenai desain dan performa bangunan perlu berjalan seiring dengan pengembangan material yang mendukung target pembangunan rendah karbon.
“Penggunaan material konstruksi seperti beton memiliki skala yang sangat besar dalam pembangunan. Karena itu, inovasi untuk menurunkan emisi karbon dari material bangunan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat terwujudnya pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ujar Ignesjz.
Kebutuhan terhadap infrastruktur yang lebih berkelanjutan juga mendorong pentingnya penggunaan material dan solusi konstruksi yang mampu menjawab beragam tantangan lingkungan sekaligus memberikan performa dan durabilitas yang optimal. Karenanya, Solusi Bangun Indonesia telah memiliki rangkaian solusi konstruksi lainnya untuk menjawab berbagai kebutuhan dan kondisi lingkungan, mencakup semen tipe khusus, solusi stabilisasi tanah, serta inovasi beton seperti ThruCrete, beton berpori yang membantu mengurangi genangan dengan memungkinkan air meresap ke dalam tanah, dan SpeedCrete, beton cepat kering untuk mendukung percepatan perbaikan jalan.
“Kami ingin memastikan setiap langkah yang kami lakukan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon sekaligus mendukung Indonesia mencapai target Net Zero Emission 2050,” tutup Rizki.
Tentang PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen dengan merek dagang DYNAMIX, Semen Kujang, dan Semen Andalas, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah ramah lingkungan. Perusahaan mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi masing-masing di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh – yang dioperasikan oleh anak usaha yaitu PT Solusi Bangun Andalas), dengan total kapasitas 14,86 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan 1.750 orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....