Abdul Karim Maju Calon Ketua KADIN Kota Tasikmalaya

  • 02 Sep 2026 09:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Dinamika ekonomi nasional dan perubahan lanskap dunia usaha menjadi salah satu alasan Muhamad Abdul Karim memantapkan langkah untuk maju sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Karim melihat dunia usaha Kota Tasikmalaya berada pada fase penting.

Di satu sisi, pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan mulai dari perubahan perilaku konsumen, digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar hingga ketidakpastian ekonomi global. Namun di sisi lain, terdapat peluang besar yang dapat dimanfaatkan apabila dunia usaha memiliki ekosistem, jejaring dan organisasi yang mampu bergerak lebih adaptif.

Momentum tersebut semakin relevan dengan berbagai agenda penguatan ekonomi di Kota Tasikmalaya. KADIN Kota Tasikmalaya sendiri dalam beberapa waktu terakhir mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk masuk ke ekosistem digital dan memperluas akses pasar.

Karim menilai tantangan ke depan tidak cukup dijawab dengan pendekatan business as usual. KADIN harus mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar, menengah, kecil dan mikro, pengusaha muda hingga pelaku ekonomi kreatif.

"tantangan dunia usaha hari ini sudah berbeda. Persaingan tidak hanya terjadi antar pelaku usaha di Tasikmalaya, tetapi sudah masuk pada persaingan regional, nasional bahkan global. Karena itu, KADIN harus mampu menjadi organisasi yang benar-benar hadir memberikan manfaat dan membuka akses bagi dunia usaha," ujar Karim usai menyerahkan berkas pendaftaran Ketua Kadin di Kantor Kadin Kota Tasikmalaya, Rabu 2 September 2026.

Menurutnya, dinamika ekonomi nasional juga harus menjadi perhatian serius bagi daerah. Ketidakpastian kondisi global masih memberikan tekanan terhadap dunia usaha, sementara investasi, konsumsi dan penguatan sektor produktif tetap menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, Karim berpandangan bahwa dunia usaha Tasikmalaya harus memiliki kemampuan untuk membaca perubahan lebih cepat."Jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Kita harus mampu menjadi pemain. Produk-produk Tasikmalaya harus semakin kuat,usaha mikro dan kecil harus naik kelas, pengusaha muda harus mendapatkan ruang, dan jejaring bisnis harus diperluas," katanya.

Karim juga melihat posisi KADIN sangat strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dengan pelaku usaha harus semakin terbuka sehingga kebijakan yang dibuat dapat benar-benar memahami kebutuhan di lapangan. Sebaliknya, dunia usaha juga harus mampu memberikan masukan berbasis data dan pengalaman nyata kepada pemerintah.

"Peran KADIN bukan hanya membuat kegiatan atau forum. Yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi dunia usaha bisa dikonsolidasikan dan diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret," ujar Karim.

Ia menilai momentum Sensus Ekonomi 2026 juga memperlihatkan pentingnya data dalam membaca kondisi dunia usaha. Data yang akurat dibutuhkan agar pemerintah maupun organisasi dunia usaha dapat menentukan prioritas program secara lebih tepat. Digitalisasi hingga Ekspansi Pasar

Karim menyebut sedikitnya terdapat beberapa persoalan yang perlu menjadi perhatian KADIN Kota Tasikmalaya ke depan.

Pertama, penguatan usaha mikro agar tidak hanya bertahan tetapi mampu naik kelas.

Kedua, percepatan transformasi digital sehingga pelaku usaha lokal mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ketiga, pembukaan akses pasar baru melalui jejaring bisnis antardaerah, nasional dan internasional. Keempat, penguatan akses pembiayaan dan investasi. Kelima, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang mulai masuk ke dunia usaha. Keenam, penguatan kemitraan antara pengusaha besar,kecil dan mikro, pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi dan berbagai stakeholder lainnya.

"Kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi, tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua sektor. Semua harus bergerak dan saling terhubung. KADIN harus mampu membangun ekosistem itu," katanya.

Pencalonannya sebagai Ketua KADIN Kota Tasikmalaya kata Karim, bukan semata-mata mengenai pergantian kepemimpinan organisasi. Menurutnya, momentum pemilihan Ketua KADIN harus menjadi ruang bagi dunia usaha untuk menentukan arah organisasi dan agenda ekonomi daerah dalam lima tahun mendatang.

"Yang harus kita bicarakan bukan hanya siapa yang menjadi ketua. Yang lebih penting adalah apa yang akan kita kerjakan selama lima tahun ke depan dan apa manfaatnya bagi dunia usaha Tasikmalaya," ujar Karim.

Ia berharap seluruh pelaku dunia usaha dapat bersama-sama membangun KADIN yang lebih terbuka, kolaboratif, adaptif dan berorientasi pada hasil."Kita ingin KADIN menjadi rumah besar dunia usaha Tasikmalaya. Rumah yang mempertemukan pengusaha, pemerintah, investor, lembaga keuangan, akademisi dan berbagai stakeholder. Kalau kita bisa bersinergi secara konsisten selama lima tahun, saya yakin Tasikmalaya memiliki peluang besar untuk naik kelas," ujarnya.

Karim meyakini, Kota Tasikmalaya memiliki modal besar untuk berkembang. Selain kekuatan usaha mikro dan ekonomi kreatif, Tasikmalaya memiliki banyak pelaku usaha yang telah membangun jaringan di luar daerah.Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikonsolidasikan sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Kita punya banyak pengusaha hebat. Kita punya produk, kreativitas dan sumber daya manusia. Persoalannya bagaimana semua potensi itu dikoneksikan. Di sinilah saya melihat KADIN harus mengambil peran," katanya.

Sementara itu, dalam pengembalian berkas pendaftaran tersebut, Karim dihantar pengurus organisasi Aspekindo, Gapeksindo, Gapensi, Akli, PHRI / IWAPI, serta HIPMI. Batas pengembalian berkas pencalonan pada Musyawarah Kota Kadin V Kota Tasikmalaya, akan ditutup Rabu 2 September 2026 sore.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....