Devisa Negara, PT.KAI Group Sumbangkan Triliunan Rupiah Laba

  • 06 Agt 2026 11:33 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penguatan kinerja bisnis utama sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan KAI Group (unaudited), pendapatan KAI Group mencapai Rp17,96 triliun, meningkat 6,61 persen dibandingkan Semester I 2025 sebesar Rp16,85 triliun.

"Pada Semester I 2026, KAI Group membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp842,69 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp314,03 miliar. Pada Semester I 2025, laba sebelum pajak tercatat Rp1,86 triliun dan laba tahun berjalan sebesar Rp1,18 triliun," ungkap VP Corporate Communication KAI, Anne Purba kepada RRI, Rabu 5 Augustus 2026.

Perubahan laba tahun berjalan terutama dipengaruhi peningkatan pencatatan bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi dan usaha patungan, dari Rp948,20 miliar pada Semester I 2025 menjadi Rp3,00 triliun pada Semester I 2026. Di tengah pencatatan tersebut, kegiatan bisnis utama KAI Group tetap menghasilkan pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha.

KAI terus menyelaraskan langkah perusahaan dengan agenda transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia. Penguatan diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasi, tata kelola, modernisasi sarana dan layanan, pemanfaatan teknologi, serta sinergi dalam ekosistem BUMN.

Transformasi juga dijalankan melalui pengembangan sumber daya manusia. KAI meningkatkan kompetensi teknis, kepemimpinan, budaya keselamatan, kemampuan digital, dan kesiapan pekerja dalam merespons perkembangan industri serta kebutuhan pelanggan.

Menurut Anne, kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi berjalan sampai pada tingkat operasional dan pelayanan. Teknologi, sarana, dan proses bisnis perlu didukung pekerja yang kompeten serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan.

“Transformasi dan sinergi bersama Danantara mendorong KAI untuk semakin disiplin dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan kompetensi pekerja. Setiap penguatan kinerja perusahaan diarahkan kembali untuk menghadirkan layanan transportasi yang selamat, andal, mudah diakses, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” tutup Anne.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....