PT.KAI Sigap Respon Penuhi Kebutuhan Transportasi Masal Publik
- 05 Jul 2026 19:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Untuk merespons tingginya kebutuhan masyarakat di lintas Lampung–Sumatra Selatan, KAI menambah stamformasi KA Rajabasa dari 5 kereta menjadi 8 kereta dalam satu rangkaian. Saat masih menggunakan sarana Ekonomi Tegak Lurus, penambahan tersebut meningkatkan kapasitas dari 530 menjadi 848 tempat duduk per perjalanan, atau bertambah sekitar 60%.
Selain penguatan kapasitas rangkaian, KAI juga mengoperasikan perjalanan tambahan KA Rajabasa secara situasional pada periode awal tahun 2026 untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang masih tinggi setelah masa Angkutan Natal dan Tahun Baru. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons KAI terhadap tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api pada lintas Sumatra Selatan–Lampung.
Peningkatan layanan KA Rajabasa kemudian dilanjutkan dengan penggunaan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi mulai 4 Juli 2026. Dengan formasi 8 kereta ekonomi premium modifikasi, KA Rajabasa menyediakan 640 tempat duduk per perjalanan dengan fasilitas yang lebih nyaman, seperti kursi individual, AC central, stop kontak, dan konfigurasi tempat duduk yang lebih baik untuk perjalanan jarak jauh.
"Dari sisi akses layanan, beberapa stasiun yang mulai melayani pelanggan KA jarak jauh pada Semester I 2026 menunjukkan respons positif dari masyarakat. Pada periode April–Juni, Stasiun Comal mencatat 11.996 pelanggan naik-turun, Stasiun Plabuan 814 pelanggan, dan Stasiun Rajapolah 528 pelanggan. Data tersebut memperlihatkan bahwa pembukaan akses layanan di sejumlah titik mampu mendekatkan kereta api kepada masyarakat," ungkap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kepada RRI melalui pesan elektroniknya, Minggu 5 Juli 2026.
Pada layanan barang, KAI melayani 32.498.043 ton barang sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.
Kinerja ini menunjukkan peran KAI dalam mendukung rantai pasok nasional, khususnya untuk kebutuhan energi, industri, dan logistik. Dengan kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang terencana, layanan barang berbasis rel menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis.
Penguatan logistik juga dilakukan melalui penambahan sarana. Hingga Semester I 2026, sebanyak 1.080 gerbong datar telah tiba untuk memperkuat layanan barang di Sumatra. Penambahan sarana ini mendukung peningkatan kapasitas layanan batu bara dan komoditas lain berbasis rel.
KAI juga menghadirkan KA Brumbung Cargo sebagai alternatif logistik nasional yang lebih efisien. Pada Semester I 2026, angkutan peti kemas KAI mencapai 2,62 juta ton. Kehadiran KA Brumbung Cargo menjadi bagian dari upaya KAI memperkuat distribusi barang berbasis rel dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian.
“Layanan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI bagi perekonomian. Kereta api memiliki keunggulan kapasitas, keteraturan jadwal, dan konektivitas lintas wilayah. Karena itu, penguatan layanan barang terus kami dorong agar dapat memberi nilai tambah bagi dunia usaha dan rantai pasok nasional,” ujar Bobby.
Dari sisi keselamatan, KAI menyelesaikan penutupan 172 perlintasan prioritas pada Semester I 2026. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus perlindungan bagi masyarakat di sekitar jalur.
Penutupan dilakukan pada titik-titik prioritas yang memiliki risiko keselamatan, khususnya perlintasan sebidang yang perlu ditata agar perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman. KAI menjalankan upaya tersebut melalui koordinasi dengan regulator, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....