Penumpang: Kereta Api Petani-Pedagang Tumbuhkan Tren Positif
- 20 Jun 2026 18:42 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Respons positif terhadap Kereta Petani-Pedagang terlihat pada perjalanan perdana lintas Rangkasbitung–Merak. Sumarni, salah satu pedagang yang mengikuti perjalanan perdana, menyampaikan manfaat layanan ini terhadap aktivitas usahanya.
“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujar Sumarni. Menurut Anne, suara pelanggan seperti Sumarni menunjukkan bahwa kebutuhan petani dan pedagang perlu dibaca secara serius dalam perencanaan layanan publik.
“Bagi petani dan pedagang, perjalanan kereta api berkaitan langsung dengan kelancaran usaha mereka. Karena itu, layanan ini kami tata agar lebih tertib, aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Anne, Jumat 19 Juni 2026.
Untuk menggunakan Kereta Petani-Pedagang, pelanggan yang berprofesi sebagai petani atau pedagang dapat melakukan registrasi di loket stasiun yang melayani pendaftaran. Pelanggan membawa identitas diri, mengisi data, lalu diverifikasi oleh petugas. Setelah terdaftar, pelanggan dapat membeli tiket sesuai ketentuan, kuota, aturan barang bawaan, dan prosedur keselamatan yang berlaku.
Barang yang dapat dibawa meliputi hasil pertanian, produk olahan, kerajinan, serta barang dagangan kecil sesuai ketentuan. Pengaturan barang dilakukan agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu pelanggan lain.
Dukungan pemerintah melalui skema PSO menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan ini. Pada KA Cikuray, dukungan PSO dari DJKA Kemenhub menjaga tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen tetap Rp45.000. Pada Kereta Petani-Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak, dukungan PSO DJKA Kemenhub menjaga tarif tetap Rp3.000 sehingga dapat diakses oleh petani dan pedagang kecil.
“PSO memberi ruang bagi masyarakat untuk memiliki akses transportasi publik yang terjangkau. Ketika biaya perjalanan dapat ditekan, pelanggan memiliki ruang lebih besar untuk kebutuhan keluarga, pendidikan, usaha, dan aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Anne.
Ke depan, KAI akan melakukan evaluasi bertahap terhadap pengembangan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang. Penentuan lintas berikutnya akan mempertimbangkan kesiapan sarana di Balai Yasa Manggarai dan Balai Yasa Surabaya Gubeng, pola operasi, keselamatan, kebutuhan pelanggan, potensi bangkitan wilayah, serta koordinasi dengan DJKA Kemenhub.
KAI memprioritaskan lintas yang memiliki potensi petani, pedagang pasar, UMKM, kawasan pendidikan, pekerja, pelanggan harian, serta konektivitas menuju pasar dan pusat aktivitas ekonomi. Relasi berikutnya akan ditetapkan setelah kajian operasional, kesiapan sarana, dan koordinasi regulator selesai.
“Rel menghubungkan orang dengan peluang. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, pedagang memiliki pilihan perjalanan, pekerja dapat mengakses pusat aktivitas, dan keluarga memperoleh transportasi terjangkau, maka kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” tutup Anne.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....