Kereta KA Cikuray akan Gunakan Sarana Ekonomi Kerakyatan

  • 08 Jun 2026 20:21 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Garut dikenal sebagai salah satu daerah yang tumbuh dari aktivitas pertanian, perdagangan, dan usaha masyarakat. Dari kawasan pegunungan yang subur ini, berbagai hasil bumi bergerak setiap hari menuju pasar-pasar di berbagai kota. Pada saat yang sama, masyarakat melakukan perjalanan untuk bekerja, belajar, berdagang, mengembangkan usaha, maupun memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Mobilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menghadirkan wajah baru KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang pergi mulai 10 Juni 2026 melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat. Konsep ini diwujudkan melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dirancang untuk memperkuat akses transportasi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi sektor riil di sepanjang lintasan perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa transformasi tersebut merupakan upaya menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah. "KA Cikuray selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya. Melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat, KAI ingin menghadirkan layanan yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi yang dijalankan petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, pekerja, pelajar, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya," ujar Anne, Senin 8 Juni 2026.

Transformasi ini merupakan hasil inovasi Insan KAI melalui Balai Yasa Manggarai. Pengembangan dilakukan dengan menyesuaikan desain dan karakter layanan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat yang menjadi pengguna utama KA Cikuray.

Antusiasme masyarakat terhadap KA Cikuray terus menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2022, KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada tahun 2023. Pada tahun 2024 volume pelanggan kembali meningkat menjadi 591.089 pelanggan dan mencapai 615.723 pelanggan pada tahun 2025. Sementara itu, selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa KA Cikuray semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah dengan biaya yang terjangkau. Sebagai layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, KA Cikuray menghadirkan tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen sebesar Rp45.000 sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Kereta Ekonomi Kerakyatan dikembangkan sebagai layanan transportasi yang inklusif untuk memperluas akses mobilitas masyarakat. Konsep ini dirancang untuk membantu mengurangi hambatan geografis dan ekonomi sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk menjangkau pusat pendidikan, pusat perdagangan, kawasan industri, dan berbagai pusat aktivitas lainnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....