Lanskap Perjalanan Kereta Swis di Stasiun Kereta Cepat

  • 12 Mei 2026 14:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sebelumnya Kedutaan Besar Swiss di Jakarta sempat menghadirkan lanskap, cerita dan nuansa perjalanan khas Swiss melalui Travel Switzerland Exhibition. Yaitu di stasiun kereta cepat Indonesia, KCJB - Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Pameran ini menandai 10 tahun Grand Train Tour of Switzerland. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss.

Perpaduan antara mobilitas modern dan pariwisata menjadi benang merah yang mengikat acara tersebut. Acara itu juga menjadi tanda hubungan baik antara RI Dan Swiss.

Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder mengatakan, kehadiran pameran ini sebagai simbol kedekatan dua negara melalui pengalaman perjalanan. Di Swiss, transportasi publik bukan sekadar alat berpindah tempat, tetapi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.

“Karena itu, menghadirkan pameran ini di Stasiun Whoosh menjadi sangat bermakna Keduanya sama-sama merepresentasikan kemajuan mobilitas,” kata Dubes Zehnder dalam keterangannya kepada awak media, Selasa 12 Mei 2026.

Zehnder membagikan pengalamannya menjelajahi lanskap Negeri Alpen. Saat itu ia menggunakan salah satu jalur kereta paling ikonik di dunia, yaitu Bernina Express.

Perjalanan tersebut dia lakukan pada musim panas dengan panorama khas Swiss yang memukau. Mulai dari lembah, terowongan, sungai, hingga jembatan yang membentang di atas jurang.

“Ketika keluar dari terowongan,Anda akan langsung disambut pemandangan Danau Geneva (Lac Léman) dan wilayah Lavaux yang terkenal dengan kebun anggurnya yang benar-benar spektakuler,” jelasnya.

Swiss Travel System dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang menyeluruh. Itu termasuk juga fleksibel dan ramah wisatawan.

“Bayangkan Anda duduk di kereta, melihat pemandangan pegunungan, danau, salju, atau padang hijau semua dari kursi Anda. Itulah esensi perjalanan di Swiss,” katanya.

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkaya pengalaman penumpang. Sebab, Stasiun Whoosh bukan hanya tempat transit, tetapi juga menjadi ruang publik yang bisa memberikan nilai tambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....