Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey Mandiri Melalui Bertani dan Koperasi
- 09 Mei 2026 14:07 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi, agribisnis. Dan juga jadi pusat pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.
"Kopontren ini berperan penting dalam mengintegrasikan pertanian, menyediakan rantai distribusi (pasca panen) bagi petani. Serta memasarkan produk pertanian ke pasar modern dan tradisional," ungkap Ketua Koperasi Pondok Pesantren (Koponoen) Al-Ittifaq, Agus Setia Irawan, Sabtu 9 Mei 2026.
Kopontren ini sebagai Pusat Agribisnis Berbasis Pesantren, Koperasi mengelola hasil tani dari lahan pesantren maupun dari petani binaan, mencakup penanaman hingga pasca panen (pengemasan). Juga menjadi Pemberdayaan Petani & Masyarakat, membina 9 kelompok tani dengan ratusan anggota dari berbagai daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui keterlibatan dalam rantai pasok.
Lalu kopontren ini jadi distributor dan Pemasaran, Koperasi menjadi ujung tombak pemasaran. Itu dengan memasok produk pertanian ke pasar tradisional, swalayan, restoran, dan hotel di Bandung dan Jakarta.
Lalu Kopontren menjadi penguatan Ekonomi Pesantren, Koperasi memutar hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan pesantren. Yaitu membiayai operasional, serta regenerasi pertanian bagi para santri.
Selanjutnya kopontren juga jadi Digitalisasi Pertanian, Koperasi Al-Ittifaq juga berfokus pada modernisasi dan regenerasi petani melalui teknologi, menjadikan sektor pertanian menarik bagi generasi muda.
"Kopontren kami juga jadi Pusat Kemitraan, Memperluas jaringan kerja sama dengan pesantren lain, koperasi lain, dan mitra bisnis untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat. Koperasi ini menjadi model eco-pesantren yang berfokus pada ketahanan pangan dan kewirausahaan, pungkas Mang haji Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....