Transformasi Digital Berbasis 5G dan AI di KAI
- 15 Apr 2026 18:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sebagai operator perkeretaapian nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat transformasi layanan berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis. Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dan Huawei di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, pada Rabu 15 April 2026.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis KAI dalam membangun sistem perkeretaapian yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi digital. Penguatan tersebut difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, pengembangan jaringan pendukung fasilitas operasi kereta api (fasopka) yang lebih andal, terintegrasi, dan berbasis pita lebar (5G), sehingga komunikasi dan pengendalian perjalanan kereta menjadi lebih cepat dan presisi.
Kedua, peningkatan layanan pelanggan melalui hadirnya internet cepat dan video streaming di dalam kereta. Layanan ini memberi kenyamanan tambahan bagi pelanggan untuk tetap terhubung selama perjalanan.
Ketiga, pengembangan stasiun menuju konsep smart dan intelligent railway station berbasis Artificial Intelligence (AI). Yaitu yang mendukung pengelolaan operasional lebih efisien serta peningkatan kualitas layanan secara real time.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan. Yaitu dalam meningkatkan standar layanan perkeretaapian di Indonesia.
“Kolaborasi ini kami arahkan untuk memperkuat keselamatan, meningkatkan kinerja operasional, dan menghadirkan layanan yang semakin relevan bagi pelanggan. Dengan pemanfaatan 5G dan AI, KAI mempercepat respon operasional, memperkuat sistem komunikasi, serta membuka ruang layanan digital di dalam perjalanan. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong KAI menuju operator perkeretaapian berkelas dunia yang andal dan terintegrasi,” ujar Bobby, Rabu 15 April 2026.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal dari transformasi konkret yang tengah dijalankan KAI. Melalui adopsi teknologi Future Railway Mobile Communication System (FRMCS) dan Artificial Intelligence (AI), KAI mulai beralih dari sistem komunikasi konvensional menuju ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
Transformasi ini diarahkan untuk memperkuat keselamatan operasional melalui sistem komunikasi yang lebih cepat dan responsif, meningkatkan kinerja perjalanan kereta api, serta menghadirkan layanan yang lebih modern bagi pelanggan. Integrasi teknologi juga membuka peluang hadirnya layanan digital di dalam perjalanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini menandai pergeseran KAI menuju sistem perkeretaapian berbasis data dan teknologi. Yaitu yang menghubungkan operasional, layanan, dan pengalaman pelanggan dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....