Pemkab Targetkan Susu Olahan Jadi Produk Turunan Berkualitas
- 11 Feb 2026 20:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Disela monitoring peternakan susu sapi perah bersama PT Inagi di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Bupati Garut Sakur Amin menyatakan monitoring tersebut merupakan langkah awal untuk mengubah pola produksi dari sekadar menjual susu murni menjadi produk turunan yang lebih bernilai ekonomis."Ini baru langkah awal untuk mengubah pola produksi dari menjual susu murni menjadi produk turunan yang lebih bernilai ekonomis,"katanya, di Garut, Rabu, 11 Febuari 2026.
Ia berharap dengan langkah kordinasi dengan bantuan dari perusahaan bisa memberikan alternatif pengolahan susu yang lebih modern, higienis, dan terukur standarisasinya, sehingga produk susu tersebut bisa diterima masyarakat."Kami berharap dengan menggandeng perusahaan bisa memberikan alternatif pengolahan susu yang lebih modern dan terukur standarisasinya,"ujarnya.
| Baca juga: Penataan Pasar Ramadan, Fokus di Garut Plaza |
Baca Juga: Jelang Ramadan 2026,Sejumlah Harga Kepokmas Naik
Ia mengatakan, untuk merubah konsep pengolahan susu tersebut memerlukan waktu dan proses panjang serta tidak mudah.Namun dengan melakukan kolaburasi dan sinergi dengan pihak perusahaan, diharapkan bisa menghasilkan peeubahan. "Tentu saja ini tidak gampang ya, tapi kita berharap dengan koordinasi dan bantuan dari Inagi, dan kolaborasi, memberikan alternatif pengolahan yang lebih modern, yang lebih higienis dan lebih terukur standarisasinya sehingga produk ini bisa lebih diterima oleh masyarakat luas," ujarnya, di Garut, Rabu, 11 Febuari 2026.
Sementara itu, CEO Inagi, Farizqi Bayu, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas susu di Desa Sukamurni yang dinilai memenuhi standar untuk produk premium. Menurutnya, melimpahnya bahan baku berkualitas membuka peluang Garut memiliki produk ikonik di pasar nasional maupun internasional.
Ia mengatakan, produk olahan susu di Kabupaten Garut bisa diproduksi dengan berbagai produk, dari mulai yoghurt hingga susu dan keju yang khas."Tidak hanya yoghurt tapi bisa juga susu steril ataupun keju, sehingga nanti harapannya Garut bisa mempunyai keju yang signature pak, yang bisa dikenal seluruh Indonesia atau bahkan internasional," ungkap Farizqi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, menyampaikan saat ini sebagian kecil produksi susu murni dikabupaten Garut sudah mulai diolah menjadi yoghurt secara mandiri.
"Namun, kehadiran teknologi dan pendampingan diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan peternak melalui diversifikasi produk yang lebih luas,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....