Kongres IV Gasperindo, Komitmen Hadapi Dunia Kerja Digital
- 23 Jan 2026 19:18 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gasperindo) menggelar Kongres ke IV di Kota Bandung, Jumat 23 Januari 2026. Dalam kongres tersebut, selain agenda ketua umum, Gasperindo juga konsen dalam menghadapi tantangan di era digital saat ini.
Ketua Panitia Kongres IV yang juga kandidat calon Ketua Umum Gasperindo, Azhar Hariman, menjelaskan bahwa pemilihan ketua umum periode mendatang diupayakan melalui musyawarah mufakat demi menjaga keharmonisan organisasi. Dikatakannya juga, ada dua kandidat dalam pemilihan tersebut.
“Kami mengedepankan musyawarah mufakat. Saat ini terdapat dua nama yang muncul kuat, yaitu Bapak Tatang dari DKI Jakarta dan saya sendiri dari Jawa Barat. Keputusan akhir akan ditentukan oleh perwakilan basis yang memiliki hak suara, yakni tingkat kabupaten/kota, provinsi, serta organisasi basis dengan keanggotaan di atas 5.000 orang,” ungkap Azhar Hariman.
Baca juga:Bertemu Sejumlah Kementerian, Diky Pastikan Tetap Jalankan Efisiensi
Dengan tema “Inovasi dan Adaptasi Serikat Pekerja di Era Digital: Pekerja Sejahtera Indonesia Maju”, kongres ini menyoroti dua kelompok utama yang terdampak disrupsi teknologi. Yaitu Generasi muda (Gen Z) yang kesulitan memasuki pasar kerja, serta pekerja milenial yang menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Era digital telah mengubah lanskap ketenagakerjaan. Banyak pekerjaan yang semula membutuhkan tenaga manusia kini digantikan oleh kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, peluang kerja bagi generasi muda semakin terbatas, sementara pekerja berusia matang kerap berada di ambang PHK,” jelas Azhar.
Ia mencontohkan perubahan perilaku sehari-hari yang mencerminkan percepatan digitalisasi, seperti larangan pemberian tip tunai di restoran yang kini beralih ke sistem QRIS. Menurutnya, serikat pekerja harus proaktif mendorong regulasi yang melindungi hak pekerja sekaligus menyesuaikan kebiasaan baru agar tidak tertinggal.
Azhar juga menekankan pentingnya mengarahkan generasi muda ke sektor produktif dan riil, seperti pertanian dan industri berbasis keterampilan konkret, ketimbang hanya mengandalkan aktivitas spekulatif. “Kami ingin setiap pekerja memiliki sertifikasi keahlian dan keterampilan yang diakui, sehingga mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif,” tambahnya.
Sedangkan terkait banyaknya PHK pada 2025 terutama di Jawa Barat yang menempati urutan kedua, Azhar berharap 2026, kondisi tersebut tidak terjadi. Gasperindo juga berkomitmen terus mengawal perlindungan hak-hak pekerja, memastikan suara mereka didengar, dan hak-hak dasar terjamin di tengah gelombang otomatisasi.
Ia juga mengungkapkan potensi Jawa Barat ke depan, dimana banyak investor menanamkan modalnya terutama di wilayah Rebana. Jawa Barat menurutnya memiliki keunggulan surplus energi, rantai pasok industri otomotif dan elektronik yang kuat.
Kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta, serta keberadaan Pelabuhan Patimban menurutnya mampu memangkas biaya logistik hingga 10–14 persen dibandingkan melalui Tanjung Priok. “Ditambah lagi, negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand sedang menghadapi krisis energi, sementara Jawa Barat justru memiliki keandalan pasokan listrik. Hal ini menjadikan provinsi kami destinasi investasi yang sangat menarik, banyak perusahaan besar, termasuk Pokton dan BYD, telah menanamkan modal di sini,” paparnya.
Azhar berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap potensi ini agar peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka lebar. Diharapkan, Kongres IV Gasperindo dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner, mampu mengawal inovasi serikat pekerja, serta mewujudkan visi pekerja sejahtera di tengah kemajuan digital menuju Indonesia Maju.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....