SPPG Sumapul Jadi Model Inovatif Pengelolaan Sampah
- 09 Feb 2026 13:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumapul Cihaurgeulis 02 terus menunjukkan inovasi, tidak hanya dalam pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga dalam pengelolaan sampah sisa makanan yang dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, keberadaan SPPG yang terintegrasi langsung dengan lingkungan sekolah memberikan banyak manfaat, salah satunya dalam pengelolaan sampah sisa makanan yang lebih sistematis dan edukatif.
“Sekolah menjadi tempat yang jauh lebih efektif untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada para siswa. Di sini, anak-anak tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga belajar bagaimana mengelola sisa makanan dengan baik,” ucapnya.
Ia menjelaskan, dari sisi kewilayahan, SPPG Cihaurgeulis 02 juga dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi dan praktik pengelolaan sampah bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara kelurahan, sekolah, dan pengelola SPPG, sisa makanan dapat diolah menjadi kompos atau bentuk pengolahan lainnya yang bernilai guna.
“Dari pihak Kelurahan Cihaurgeulis, ini bisa dijadikan sebagai tempat edukasi dan praktik bagaimana sisa makanan diolah, bekerja sama dengan pihak sekolah. Jadi manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga masyarakat sekitar,” katanya.
Farhan menegaskan, pengelolaan sampah di SPPG Cihaurgeulis 02 dilakukan secara menyeluruh atau 360 derajat. Artinya, tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau pihak kelurahan semata, melainkan melibatkan seluruh ekosistem, mulai dari SPPG, sekolah, hingga siswa.
“Ini bukan hanya urusan DLH atau kelurahan. SPPG dan sekolah juga terlibat langsung. Bahkan, ini menjadi sarana edukasi yang sangat baik bagi siswa untuk memahami tanggung jawab lingkungan sejak dini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan RP Hartoyo, Jonni BS Nugroho, mengatakan bahwa persoalan sampah memang sudah menjadi perhatian utama sejak awal pendirian SPPG. Pihaknya berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
“Untuk persoalan sampah, sejak awal memang menjadi fokus kami. Kami bekerja sama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekolah, termasuk menyediakan lahan yang lebih besar agar pengelolaan sampah bisa dilakukan secara optimal,” ucapnya.
Ia menambahkan, sampah yang dihasilkan dari aktivitas sekolah dan program MBG akan dikelola secara terpadu, mulai dari tahap awal hingga akhir proses, sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan.
“Sampah sekolah dan sampah MBG akan disatukan dan dikelola sesuai juknis, dari awal hingga akhir. MBG juga memberikan edukasi yang sangat baik kepada para murid, termasuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....