Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Utamakan Pendekatan Humanis ETLE

  • 09 Feb 2026 13:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Operasi Keselamatan Lodaya 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan preemtif dan humanis dalam penegakan aturan lalu lintas. Dalam operasi ini, kepolisian memperkuat penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Plh. Kasat Lantas Polres Subang, Iptu Sahroni, mengatakan penerapan ETLE difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya. Penindakan dilakukan melalui ETLE statis yang dioperasikan petugas di lapangan.

Selain ETLE statis, kepolisian juga menggunakan hand-held ETLE yang terintegrasi langsung dengan sistem Korlantas Mabes Polri. Sistem tersebut memungkinkan pendataan pelanggaran dilakukan secara real time dan transparan.

“Mereka yang terjaring hand-held ETLE, jika tidak langsung melakukan pembayaran denda, maka kendaraannya bisa terblokir secara otomatis saat melakukan pembayaran pajak di Kantor Samsat,” ujar Iptu Sahroni kepada RRI di Subang, Minggu 8 Februari 2026.

Meski demikian, Sahroni menegaskan bahwa dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026 petugas tidak mengedepankan penilangan manual. Petugas lebih mengutamakan tindakan preemtif berupa teguran, arahan, serta edukasi kepada pelanggar lalu lintas.

“Jika ada pelanggaran selama operasi berlangsung, petugas memberikan teguran secara humanis dan edukasi tentang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcar lintas,” jelasnya.

Baca Juga: Gerindra Cianjur Targetkan Raih Kursi Tambahan di 2029

Ia mencontohkan, pelanggaran parkir di lokasi yang terdapat rambu larangan parkir tetap ditindak melalui ETLE. Bukti pelanggaran tersebut dicetak dan ditempatkan di wiper kaca depan kendaraan, seperti praktik yang diterapkan di sejumlah negara.

“Penindakan dilakukan menggunakan ETLE statis atau hand-held ETLE, tanpa interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan konflik,” ungkap Sahroni.

Menurutnya, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mengurangi kemacetan. Upaya yang dilakukan meliputi kegiatan preventif, edukatif, serta patroli rutin di titik rawan pelanggaran.

“Dengan patroli, kami mencegah pengendara menerobos rambu lalu lintas dan berharap masyarakat semakin tertib dalam berlalu lintas,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....