Radio Ekraf Sinergi Antar Radio Tantangan Media Digital

  • 08 Feb 2026 14:45 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong terwujudnya sinergi dan kolaborasi antarstasiun radio sebagai strategi utama menghadapi tantangan di era media digital. Di tengah pesatnya perkembangan media baru, radio dinilai tidak lagi saling bersaing satu sama lain, melainkan berhadapan dengan platform media terbarukan yang terus berkembang.

Direktur Televisi dan Radio Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Pupung Thariq Fadhillah menegaskan bahwa kekuatan radio justru akan semakin terasa apabila seluruh pelaku radio mampu membangun kolaborasi dan rasa kebersamaan.

“Output-nya itu kita bersama-sama bagaimana cara menimbulkan sinergi di antara sesama radio itu sendiri. Karena sekarang untuk radio itu pesaingnya bukan sesama radio, tapi dengan media terbarukan lainnya. Jadi bagaimana caranya kita berkolaborasi bersama, menumbuhkan satu rasa bahwa kekuatan radio itu masih ada,” ujarnya usai acara Kick Off Radio Ekraf di Green Park 2, Cihampelas Walk, Bandung, Minggu 8 Februari 2026.


Baca Juga: Satlinmas Disebut Garda Terdepan Keamanan Desa Sumedang


Ia mengakui persaingan di industri media tetap ada. Namun menurutnya, radio memiliki kekuatan tersendiri yang harus dimaksimalkan, salah satunya melalui pengembangan konten digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Kita fokus bagaimana menumbuhkan konten-konten digital terbarukan, termasuk konten yang berkaitan dengan ekonomi dan 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Subsektor tersebut antara lain meliputi kuliner, fesyen, gim, hingga berbagai bidang kreatif lainnya yang dapat diangkat melalui siaran radio, baik dalam format on-air maupun multi platform digital. Menurutnya, radio dan televisi tetap memiliki ruang strategis dalam mempromosikan potensi ekonomi kreatif nasional.

Pemilihan Kota Bandung sebagai lokasi pelaksanaan Kick Off Radio Ekraf bukan tanpa alasan. Bandung dinilai memiliki ekosistem radio yang kuat dengan jumlah stasiun radio aktif yang masih tergolong tinggi.

“Untuk target awal tahun ini, sengaja kita adakan di Bandung karena di sini terdapat sekitar 40 stasiun radio yang masih aktif dan berjalan. Potensi radio di Bandung itu sangat luar biasa,” katanya.

Ia berharap momentum ini dapat memperkuat kolaborasi antar stasiun radio di Bandung dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Terlebih, pada acara tersebut tercatat sebanyak 29 stasiun radio turut ambil bagian dan bersatu dalam satu kegiatan bersama.

“Wargi-wargi Bandung datang ke Cihampelas Walk, kita sama-sama menyaksikan 29 radio bersatu. Dalam sejarahnya, radio merupakan saksi hidup kemerdekaan dan perjalanan publik Indonesia yang kita cintai. Jadi jangan sampai anggapan bahwa radio itu sudah tidak ada. Tetap dengarkan radio, dan kalau punya ide-ide kreatif, mari kita sama-sama menyiarkannya di radio,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....