Kemensos Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

  • 06 Feb 2026 15:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sekitar Rp 2 miliar untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Bantuan tersebut mencakup santunan bagi korban meninggal dunia, logistik buffer stock, serta dukungan operasional dapur umum bagi para pengungsi. Bantuan ini merupakan bagian dari intervensi darurat Kemensos sejak bencana longsor terjadi pada Sabtu 24 Januari 2026 lalu.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengatakan, pihaknya ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat. “Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan darurat pengungsi terdampak longsor terpenuhi, mulai dari pangan, tempat tinggal sementara, hingga layanan dasar lainnya,” ujar Agus saat meninjau Posko Pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu, Jumat 6 Januari 2026.

Menurut Agus, hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan kondisi pengungsian relatif terkendali. Layanan logistik berjalan dengan baik, termasuk dukungan bagi anak-anak serta pemantauan kondisi psikologis para pengungsi.

Baca juga : Pemugaran Gunung Padang Tunggu Kementerian Kebudayan

Selain bantuan logistik, Kemensos juga menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia. Pada tahap pertama, santunan diberikan kepada 23 ahli waris, terdiri dari 21 keluarga di Desa Pasirlangu dan dua keluarga di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. “Karena belum semuanya, santunan ini kami bagi menjadi dua tahap. Untuk tahap pertama ada 23 ahli waris, sisanya akan disalurkan pada tahap berikutnya setelah diusulkan oleh Sekda,” kata Agus.

Nilai bantuan santunan dan logistik buffer stock diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,1 miliar, di luar dukungan dapur umum. Dengan demikian, total bantuan dan intervensi Kemensos di wilayah Kecamatan Cisarua mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Agus menambahkan, setelah masa tanggap darurat berakhir, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan melakukan evaluasi dan asesmen untuk memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Jika kapasitas anggaran daerah terbatas, dukungan akan diperkuat melalui pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Kemensos, lanjut Agus, berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat diselesaikan.

 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....