Bencana di Jabar Didominasi Longsor dan Banjir
- 03 Feb 2026 11:11 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian kebencanaan di wilayah Jawa Barat pada awal tahun 2026 ini. Tingginya intensitas hujan serta kondisi geografis yang kompleks menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku, menyampaikan bahwa banjir dan cuaca ekstrem menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi, disusul tanah longsor. Menurutnya, wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kondisi alam yang rawan memiliki potensi terdampak lebih besar.
“Selama periode awal tahun, kejadian bencana didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, terutama di kawasan dengan kondisi geografis rawan dan permukiman padat penduduk,” ujar Teten, Selasa 3 Februari 2026.
Baca juga : Awal Tahun, BPBD Jabar Catat 84 Bencana Alam
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Jawa Barat, tercatat masing-masing 32 kejadian banjir dan cuaca ekstrem. Sementara itu, tanah longsor terjadi sebanyak 20 kejadian di sejumlah daerah.
Sejumlah 167.846 jiwa tercatat terdampak, dengan korban meninggal dunia mencapai 80 orang dan 6 orang dilaporkan hilang. Kerusakan juga terjadi pada ratusan bangunan.
BPBD mencatat 100 unit bangunan mengalami rusak berat, 156 unit rusak sedang, dan 386 unit rusak ringan. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, meliputi 44 rumah ibadah, dua fasilitas kesehatan, serta 26 fasilitas pendidikan.
BPBD Jawa Barat mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan. Mitigasi bencana memegang peranan penting untuk mengurangi risiko korban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....