Panen Cabai Petani Milenial, Diky: Harapan Besar Pertanian
- 28 Jan 2026 14:35 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra panen cabai di Kampung Pasir Angin, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, Rabu 28 Januari 2026. Diky juga sekaligus turut memanen tanaman cabai hasil tanam kelompok tani setempat.
Diky bersyukur, setelah mengetahui kelompom tani yang ada merupakan para petani milenial. “ alhamdulillah kita masih punya harapan besar dari anak- anak muda yang luar biasa ini. Penghasilan mereka dari hasil menanam cabai merah ini juga luar biasa,” katanya, Rabu 28 Januari 2026.
Program pemerintah kota yakni, pembiakan ekonomi lokal kewilayahan atau “Tasik Pelak”, kata Diky tentunya bisa menyesuaikan dengan potensi dan ide brilian penyuluh pertanian yang telah memberi ruang kreatif bagi anak- anak milenial dalam bertani.
“Saya tidak menduga karena saya penulis serial Kabayan petani milenial di Jawa Barat. Dan memang “keyword” nya anak muda dan kreatifitas. Jadi senang melihatnya dan tentunya saya akan segera mencari peluang pengembangan di wilayah bungursari dan kecamatan lain bila memungkinkan. Baik dananya non pemerintah atau pemerintah,” ujarnya.
Baca juga:Pencemaran Setu Citongtut, Begini Kata DLH Jabar
Produktivitas Cabai sendiri di Kota Tasikmalaya saat ini masih kurang. Sehingga kata Diky, program pengembangan cabai dan tomat perlu terus diperluas.
“Perlu dikembangkan lagi program camat-nya cabai dan tomat,” katanya.
Meski petani ini merupakan petani muda, mereka kata dia, masih tetap menerapkan pola tanam konvensional. Akan tetapi, didampingi penyuluh pertanian yang aktif.
“Masih seperti pola tanam pada umumnya. Saat ini lagi mikirin buncis, dan tauge, untuk kedepannya”, ujarnya.
Selain cabai, Diky juga menyoroti peluang integrasi pertanian dengan sektor lain, seperti pengelolaan air tawar yang dikelola pihak swasta. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor bisa memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tasikmalaya.
“Perputaran ekonomi harus terhubung antara pertanian dan usaha lainnya, khususnya yang terkait pengadaan telur, cabai, tomat, sampai lele, agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....