Pencemaran Setu Citongtut, Begini Kata DLH Jabar
- 28 Jan 2026 10:14 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran yang menyebabkan ribuan ikan mati mendadak di Setu Citongtut, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan publik setelah rekaman video kondisi danau yang berubah hitam pekat viral di media sosial.
Kepala DLH Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyampaikan pihaknya telah menerima laporan masyarakat dan segera melakukan identifikasi di lapangan. “Kami sudah menurunkan tim, saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan menunggu hasil laboratorium,” ujarnya, Selasa 27 Januari 2026..
Dari laporan warga, ditemukan lapisan minyak berwarna hitam di sempadan Setu Citongtut. Selain itu, terdapat saluran inlet yang mengeluarkan cairan berbau menyengat, kondisi ini diperparah oleh hujan deras yang terjadi sebelum dan sesudah kematian ikan secara massal.
Ai menambahkan, di bagian hulu Setu Citongtut teridentifikasi sedikitnya 22 usaha dan kegiatan yang membuang limbah ke saluran air menuju inlet danau. “Selain itu ada juga aliran air permukaan dari pemukiman warga,” jelasnya.
Baca juga:Polwan Cantik Trauma Healing Anak Korban Banjir Subang
Hal ini memperkuat dugaan adanya campuran limbah industri dan domestik yang masuk ke perairan. Untuk memastikan penyebab utama, UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Jabar telah mengambil sampel air di empat titik berbeda. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu 8 hingga 14 hari ke depan.
“Kami belum bisa menyimpulkan, tim masih bekerja di lapangan,” tegas Ai.
Sebelumnya, ribuan ikan di Setu Citongtut ditemukan mati dan mengapung di permukaan air. Video yang beredar memperlihatkan kondisi air berubah hitam pekat dengan bau menyengat dari bangkai ikan. Peristiwa ini memicu dugaan kuat adanya pencemaran limbah dari perusahaan sekitar kawasan danau.
Sejumlah relawan lingkungan turun langsung membersihkan bangkai ikan untuk mengurangi dampak bagi warga sekitar. Dalam salah satu unggahan di Instagram, perekam video menyebut terdapat puluhan perusahaan yang diduga membuang limbah sembarangan. “Ada 27 perusahaan yang tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL),” demikian suara dalam video yang ditujukan kepada pejabat daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....