Polwan Cantik Trauma Healing Anak Korban Banjir Subang

  • 27 Jan 2026 20:32 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang - Polres Subang, melalui anggota Polwan dan Polsek Pamanukan, memberikan trauma healing, kepada anak-anak korban banjir, yang berada di tempat pengungsian sementara, tepatnya di bawah Fly Over Pamanukan, Selasa 27 Januari 2026. Polwan-polwan cantik tersebut, mengajak anak-anak korban banjir bermain, bernyanyi, menari, dan bermain ular-ularan. 

Anak-anak korban banjir tersebut, tampak antusias seolah-olah baru mendapat hiburan. Dengan penuh senang hati, mereka pun hanya dalam permainan yang dilakukan para polwan cantik tersebut. 

Anak-anak korban banjir itu, yang diberi trauma healing oleh para polwan cantik itu, berusia antara 4 hingga 10 tahun. Mereka bersemangat setelah diberikan hadiah berupa makanan ringan, seperti coklat, permen, dan biskuit. 

Mereka juga tampak tidak sabar menerima hadiah  tersebut. Bahkan mereka nyaris berebut hadiah tersebut. Kegiatan tersebut, membuat suasana semakin mencair, dna anak-anak yang awalnya malu-malu, mulai bermain berekspresi. 

Baca juga : Selama Sepekan, Tiga Bencana Terjadi di Subang

Kapolsek Pamanukan AKP Udi Awaludin mengatakan, trauma healing ini dilakukan, agar anak-anak korban banjir, tidak merasakan  bosan, dan jenuh selama tinggal di tempat pengungsian. Sekaligus, secara psykoligis, dapat menghilangkan rasa trauma akibat bencana banjir tersebut. 

"Kegiatan yang kami lakukan, mengerahkan anggota Polsek Pamanukan, dan Polwan Polres Subang, untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak," ujar AKP Udin Awaludin. 

Trauma healing ini, dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap korban banjir, khususnya anak-anak. Agar bayang-banyang bencana yang telah terjadi, dapat terlupakan. 

"Kami melihat, ketika anak-anak ini mendapatkna musibah, kita juga memberikan semacam edukasi, permain a dan hal-hla ynag menyenangkan buat mereka," jelasnya. 

Kegiatan trauma healing ini, kata dia, dilakukan  secara intensif. Dan trauma healing ini juga bisa dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat yang peduli anak, termasuk oleh komunitas masyarakat, pemerintah, serta masyarakat luar. 

"Selama ini, mereka tinggal di pengungsian, sehingga akan timbul kejenuhan. Maka dengan adanya trauma healing yang dilakuakn oleh para polwan cantik yang sudah terlatih, mudah-mudahan dapat kembali membangkitkan semangat anak-anak korban banjir tersebut," tandas Kapolsek Pamanukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....