Selama Sepekan, Tiga Bencana Terjadi di Subang
- 27 Jan 2026 20:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Selama cuaca ekstrim yang terjadi sepekan terakhir ini, di Subang telah terjadi tiga jenis bencana alam, yaitu banjir, longsor dan angin kencang. Semua bencana tersebut terjadi di Kecamatan Ciasem, Blanakan, Pamanukna, Cijambe, Serangpanjang, Sagalerang, Ciater dan Subang Kota.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang Enda kepada RRI di Subang, Selasa 27 Januari 2026. Ketiga bencana tersebut, terjadi serempak pada 23 Januari 2025/6 lalu.
"Selama cuaca ekstrim, yang terjadi di wilayah Kabupaten Subang, telah terjadi bencana banjir, yang terjadi di Kecamatan Ciasem, Blanakan dan Pamanukan. Sedangkan longsor terjadi di Kecamatan Cijambe, dan angin kencang terjadi di Kecamatan Sagalaherang, Serangpanjang, Ciater dan Subang Kota. Semua terjadi secara serempak pada 23 Januari 2026," ujar Enda.
Akibat bencana banjir yang merendam tiga Kecamatan tersebut, lanjut dia, dari hasil pendataan BPBD di lapangan, terdapat 3280 jiwa yang terdampak, dan sebagian besarnya masih berada di tempat pengungsian, dan sebagiannya sudah kembali ke rumahnya masing-masing, karena banjir sudah mulai surut. Sedangkan untuk bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cijambe, dan angin kencang di Kecamatan Serangpanjang, Sagalaherang, Ciater dan Subang Kota, yang terdampak hanya akses jalan, untuk sementara terganggu, namun beberapa saat setelah kejadian akses jalan kembali normal.
Baca juga : Badut Hadir di Pengungsian, Bantu Trauma Healing Anak-anak
"Dalam ketiga peristiwa tersebut, Alhamdulillah tidak terdapat korban jiwa, hanya kerugian materiil yang masih dalam pendataan, terutama bagi korban banjir Ciasem," terangnya.
Sejak peringatan BMKG, tentang cuaca ekstrem yang akan terjadi mulai 22 sampai dengan 29 Januari 2026, kata dia, Pemkab Subang, langsung memberlakukan, status Darurat Bencana, ba kir, banjir bandang, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim, dan abrasi serta tanah longsor. Namun selang sehari diberlakukan status darurat bencana tersebut, keesokan harinya terjadi tiga bencana tersebut.
"Sebetulnya Pak Bupati sudah mengeluarkan status darurat bencana, dan tiga bencana pun terjadi keesokan harinya," jelas Enda.
Darurat bencana yang akan berakhir pada Kamis 29 Januari 2026, dan dampak bencana bankir uang yang saat ini masih merendam sejumlah desa di tiga Kecamatan di wilayah Pantura itu, sejak 24 Januari hingga 7 Februari 2026 nanti. Maka dari itu, Pemkab Subang juga memberlakukan penganan tanggap darurat, sehingga mampu menangani dan meminimalisir dampak bencana tersebut, melalui penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu.
"Semua korban terdampak bencana banjir khususnya, sudah kita tangani secara cepat, tepat dan terpadu, sesuai SK sarurat bencana ynag dikeluarkan Bupati Subang, dan dilaksanakan secara komprehensif, dan kolaboratif antar Dinas terkait, dan intansi terkait lainnya," tandas Kabid Darlog BPBD.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....