Perkuat Stok Nasional, Bulog Siapkan Beras Satu Harga
- 12 Jan 2026 15:32 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Perum Bulog menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menargetkan penerapan kebijakan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia. Program ini dirancang sebagai instrumen jangka pendek dan menengah untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga beras di tingkat konsumen.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk menyeragamkan harga beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat pengecer, dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
“Bulog bercita-cita menghadirkan satu harga beras SPHP dari Sabang sampai Merauke. Ini bagian dari upaya pemerataan akses pangan bagi seluruh masyarakat,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya, Senin 12 Januari 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut terinspirasi dari program BBM satu harga yang telah diterapkan PT Pertamina (Persero). Bulog ingin memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil tidak lagi dibebani harga beras yang jauh lebih mahal dibandingkan wilayah perkotaan.
Baca juga:Warga Tasikmalaya Korban TPPO di Kamboja Dipulangkan
Namun, Rizal menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada penguatan cadangan beras pemerintah. Bulog menargetkan penyerapan beras petani hingga 4 juta ton sepanjang 2026 guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar.
“Cadangan beras pemerintah menjadi kunci, jika stok kuat maka stabilisasi harga, termasuk satu harga beras, bisa diwujudkan. Badan Pangan Nasional memprediksi produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai 34,7 juta ton, saat ini stok beras Bulog telah mencapai 3,35 juta ton dan dipastikan akan terus bertambah seiring masuknya masa panen di sentra produksi,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai keberhasilan Indonesia menjaga swasembada beras tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga memberi pengaruh signifikan terhadap pasar global. Menurutnya, keputusan Indonesia untuk tidak melakukan impor beras membuat pasokan dunia menjadi lebih longgar.
“Dampaknya, harga beras dunia turun dari 650 dolar AS menjadi sekitar 340 dolar AS per metrik ton, atau turun sekitar 44 persen,” ujar Amran saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti kontribusi petani Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan, tidak hanya nasional tetapi juga internasional. Dengan penguatan stok dan kebijakan harga yang lebih merata, pemerintah berharap beras tetap terjangkau sekaligus memberikan kepastian bagi produsen pangan dalam negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....