Damkar Kota Bandung Ajukan Rp.270 Miliar Perkuat Sarpras
- 12 Jan 2026 10:40 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp270 miliar untuk memperkuat sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran dan penyelamatan. Pengajuan anggaran tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), serta ditembuskan ke Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur Jawa Barat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, menyampaikan harapannya agar pengajuan DAK tersebut dapat segera terealisasi pada tahun anggaran 2026. Menurutnya, tambahan anggaran sangat dibutuhkan untuk menutup kekurangan peralatan dan memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.
“Surat pengajuan DAK sudah kami layangkan. Nilainya sekitar Rp270 miliar dan mudah-mudahan bisa segera direalisasikan pada APBN 2026,” ujar Soni, Senin 12 Januari 2026.
Soni menjelaskan, saat ini Damkarmatan Kota Bandung masih mengalami kekurangan sekitar 40 persen dari total kebutuhan sarana dan prasarana yang seharusnya dimiliki. Berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM) sesuai ketentuan Kementerian Dalam Negeri, Damkarmatan idealnya memiliki 60 jenis sarana dan prasarana sebagai penguatan layanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan.
Baca juga:Ketahanan Pangan Nasional Bertumpu Kekuatan Kelautan Indonesia
“Dari 60 jenis sarpras yang seharusnya kita miliki sesuai standar pelayanan minimal, saat ini baru sekitar 60 persen yang terpenuhi. Masih ada gap sekitar 40 persen yang perlu dilengkapi agar pelayanan kepada masyarakat bisa optimal,” katanya.
Selain pengadaan sarana dan prasarana konvensional, Damkarmatan Kota Bandung juga berencana mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan efektivitas dan kecepatan respons. Salah satu inovasi yang akan dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi drone dalam penanganan kebakaran, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tantangan kompleks.
“Di daerah perkotaan seperti Bandung, kita dihadapkan pada kemacetan lalu lintas, kepadatan penduduk, serta kawasan permukiman padat dan kumuh. Karena itu, kami memilih metode yang lebih efektif, salah satunya dengan menggunakan teknologi drone,” katanya.
Menurutnya, penggunaan drone akan membantu petugas dalam mempercepat waktu respons (response time) dan waktu tindakan (action time), terutama untuk memantau titik kebakaran, menentukan strategi pemadaman, serta meningkatkan keselamatan personel di lapangan.
" Dengan dukungan DAK tersebut, Damkarmatan Kota Bandung berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan, kecepatan, dan kualitas layanan pemadaman kebakaran serta penyelamatan, sehingga perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan aset kota dapat semakin optimal," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....