Kunjungi Lapas Perempuan, Bhayangkari Jabar Beri Dukungan Moral

  • 21 Nov 2025 15:14 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Diana Rudi Setiawan, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Perempuan Kelas II A Sukamiskin, Kota Bandung, Kamis (20/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi rombongan Djeng Pesat Gatra (PG) ’93 untuk melaksanakan bakti sosial sekaligus meninjau berbagai program pemberdayaan perempuan di lingkungan lapas.

Kunjungan diawali dengan penyerahan 100 paket bantuan sosial berisi bahan pokok dan perlengkapan dasar bagi warga binaan. Menurut Ny. Diana, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian Bhayangkari kepada perempuan yang tengah menjalani masa pembinaan.

“Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat menjadi pengingat bahwa setiap perempuan berhak merasakan kepedulian, kehangatan, dan perhatian dari sesama,” ujarnya.

Dorong Dukungan Moral dan Akses Pelatihan

Diana menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dukungan moral dan psikososial bagi para warga binaan. Ia berharap berbagai pelatihan dan pembinaan kreatif di lapas dapat membantu para perempuan tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri.

“Sesuai dengan tema kegiatan hari ini, yaitu mewujudkan harapan baru dan pemberdayaan diri, kami ingin memastikan bahwa setiap perempuan memiliki peluang untuk memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan fokus yang terus diperjuangkan Bhayangkari.

Ia juga mengapresiasi program pembinaan di Lapas Wanita Sukamiskin yang dinilai memberi ruang bagi warga binaan untuk tumbuh dan belajar. Menurutnya, kesempatan tersebut dapat menjadi modal penting bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.

“Harapannya, setelah bebas nanti, warga binaan mampu menciptakan perubahan positif, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Baca juga:Bupati Reynaldi Serahkan Santunan Kematian Kepada Karyawan Vinfast

Tinjauan Pelatihan: Dari Kerajinan, Bakery, hingga Salon

Usai menyerahkan bantuan, rombongan meninjau sejumlah ruang pelatihan, seperti pos kerja perca-sulam-rajut, bakery, salon, hingga ruang seni lukis. Di berbagai titik, rombongan menyaksikan langsung proses kreatif warga binaan.

Beragam hasil karya mulai dari tas, taplak meja, sarung bantal, hingga produk UMKM—dipamerkan kepada tamu. Ny. Diana beberapa kali memberikan apresiasi atas kerapian dan kreativitas karya yang dihasilkan.

Rombongan juga mencicipi berbagai makanan dari pelatihan tata boga. Salah satu yang menarik perhatian adalah kue tape buatan PD (28), warga binaan kasus narkoba yang telah mengikuti pelatihan kuliner selama empat bulan terakhir.

Kue tape tersebut bahkan diborong langsung oleh Ny. Diana sebagai bentuk penghargaan. PD mengaku terharu atas apresiasi itu.

“Merasa senang dan bangga, ternyata baru beberapa bulan belajar sudah dipuji enak dan mendapat banyak ilmu,” ujar PD.

Cita-cita Baru dari Balik Jeruji

PD menyampaikan bahwa ia berniat membuka usaha kue setelah masa hukumannya selesai. Saat ini, ia bahkan sudah mulai menjual produknya secara daring.

“Rencananya nanti mau buat usaha toko kue biar bisa hidup lebih baik. Sekarang juga sudah bantu usaha mama, King Mozarella, yang sudah ada di TikTok dan Grab,” tuturnya.

Harapan untuk Perempuan Berdaya

Melalui kunjungan ini, Diana berharap motivasi dan semangat warga binaan semakin tumbuh. Ia menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki potensi besar dan kesempatan yang layak untuk memperjuangkan masa depan lebih baik.

“Kami ingin semua perempuan di sini menyadari bahwa mereka berharga dan memiliki peluang untuk bangkit,” ujarnya menutup rangkaian kunjungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....