Komisi VII DPR RI Dorong RRI Terus Berinovasi
- 09 Sep 2025 14:15 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Komisi VII DPR RI menegaskan pentingnya Radio Republik Indonesia (RRI) untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan kreativitas di tengah derasnya arus digitalisasi media. Pesan itu disampaikan saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke Kantor RRI Bandung, Jawa Barat, pada masa persidangan I tahun sidang 2025–2026, Selasa (9/9/2025).
Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim menyampaikan, bahwa perubahan dan pergeseran tren media menuntut lembaga penyiaran publik untuk terus bertransformasi.
“Kalau tidak bisa menyesuaikan diri, tidak bisa melakukan adaptasi, tidak menghadirkan inovasi dan kreativitas, bisa-bisa selesai sampai di babak ini saja. Termasuk juga tantangan bagi RRI,” ujar Chusnunia.
Menurutnya, tantangan terbesar bagi RRI adalah bagaimana strategi menghadirkan siaran yang tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya di Jawa Barat yang wilayahnya sangat luas.
Selain itu, Chusnunia juga menyinggung soal pembahasan revisi Undang-Undang Penyiaran yang dijadwalkan masuk dalam Prolegnas 2026. Komisi VII DPR RI membuka ruang masukan dari RRI agar regulasi ke depan lebih berpihak pada penguatan lembaga penyiaran publik.
“Kami siap bergandengan tangan dengan RRI, termasuk dalam bidang regulasi. Banyak hal yang bisa dielaborasi bersama agar RRI semakin kuat dan tetap relevan,” katanya.
Baca juga : Pengamat Minta Tunjangan Rumah DPRD Jabar Dihapuskan
Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI, Dr. I Hendrasmo, memaparkan langkah-langkah transformasi yang telah dilakukan RRI agar tetap eksis di era digital. RRI kini dikembangkan menjadi media multiplatform berbasis radio dengan memperluas jangkauan melalui siaran digital, radio visual, hingga media sosial.
RRI juga rutin menggelar belanja ide, menghadirkan tokoh-tokoh nasional seperti Dahlan Iskan dan berbagai motivator untuk memperkuat pemahaman staf terkait tren media, karakter generasi muda, hingga inovasi jurnalisme.
Selain itu, RRI mendirikan Global Media Academy bekerja sama dengan UN University. Akademi ini tidak hanya melatih karyawan, tetapi juga menjadi pusat edukasi media di kawasan Asia Pasifik.
“Kami terus mendorong staf untuk menguasai keterampilan mobile journalism agar bisa melaporkan peristiwa langsung dari lapangan melalui perangkat digital. Kami juga meningkatkan kualitas birokrasi dan tata kelola keuangan agar sejalan dengan tuntutan publik,” ungkapnya.
Hasil transformasi ini mulai terlihat. Portal RRI yang sebelumnya berada di peringkat 260 kini sudah naik ke posisi 25 besar secara nasional. Selain itu, platform digital RRI kini memiliki lebih dari 300 ribu pengguna terdaftar.
Hendrasmo menambahkan, dari sisi birokrasi, RRI berhasil mencatat peningkatan signifikan pada indeks reformasi birokrasi, dari angka 5,5 menjadi 7,6. Hal ini menunjukkan adanya kemajuan baik dalam tata kelola kelembagaan maupun pelayanan publik.
Melalui pertemuan ini, DPR RI berharap RRI semakin kuat sebagai lembaga penyiaran publik yang mampu memenuhi fungsi edukasi, informasi, dan hiburan bagi masyarakat, sekaligus menjawab tantangan era digital.
Anggota DPR RI yang Hadir
Dalam kunjungan kerja spesifik ini, hadir sejumlah anggota Komisi VII DPR RI, antara lain: Chusnunia Chalim (F-PKB), Novita Hardini (F-PDIP), Samuel Watimena (F-PDIP), Banyu Biru Djarot (F-PDIP), Gadung Pardiman (F-PG), Kardaya Warnika (F-Gerindra), Arjuna Sakir (F-Nasdem), Yoyok Riyo Sudibyo (F-Nasdem), Eva Monaliza (F-PKB) dan Alifudin (F-PKS).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....