Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat Lewat Kurikulum Budaya
- 16 Agt 2025 21:45 WIB
- Bandung
KBRN, Cimahi: Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya memperkuat pendidikan berbasis karakter melalui pengembangan kurikulum lokal di sekolah rakyat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memasukkan nilai-nilai kearifan budaya Sunda ke dalam sistem pembelajaran.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa kurikulum sekolah rakyat di wilayahnya memiliki kekhasan yang membedakannya dari daerah lain di Indonesia.
Kurikulum tersebut kini mengintegrasikan muatan lokal Gapura Panca Waluya, sebuah konsep pendidikan karakter yang menanamkan lima nilai utama: cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (sigap).
"Di Jawa Barat, kami menambahkan materi muatan lokal Gapura Panca Waluya dalam kurikulum sekolah rakyat sebagai upaya membentuk karakter siswa sejak dini," ujar Herman saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Dinsos Jabar, Kota Cimahi, Jumat (15/8/2025).
Baca juga: Sambut HUT RI, Kodim 0605/Subang Gelar Berbagai Perlombaan
Kegiatan MPLS untuk tahun ajaran 2025/2026 ini diikuti oleh 100 siswa jenjang SMP dan SMA. Selama dua pekan ke depan, mereka akan menjalani pengenalan lingkungan sekolah yang dirancang tak hanya untuk adaptasi akademik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan lingkungan belajar yang baru.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 17 Cimahi sendiri melibatkan 50 tenaga pendidik, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga wali asrama dan wali asuh, yang bertugas memberikan pendampingan secara intensif kepada para siswa.
Tak hanya fokus pada penguatan kurikulum, Pemprov Jabar juga memberikan dukungan nyata melalui penyediaan fasilitas lengkap dan pembiayaan bagi para siswa.
Salah satunya, bantuan uang saku sebesar Rp20 juta yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat melalui Dinas Sosial.
“Sebagai bentuk perhatian dari gubernur, anak-anak Sekolah Rakyat di bawah naungan Dinsos Jabar diberikan bekal Rp20 juta per siswa,” kata Herman.
Saat ini, terdapat 13 sekolah rakyat aktif di Jawa Barat dari total 100 yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah siswa yang mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah tersebut mencapai 1.380 orang, terdiri dari 75 siswa SD, 675 siswa SMP, dan 630 siswa SMA.
Untuk menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan, Herman menyampaikan bahwa Pemprov Jabar tengah mempersiapkan tiga unit sekolah rakyat baru yang ditargetkan mulai beroperasi tahun ini. Jika terealisasi, total sekolah rakyat di Jabar akan mencapai 16 unit.
“Kami sedang mempersiapkan tiga tambahan sekolah rakyat lagi. Harapannya, semua bisa segera beroperasi penuh dalam waktu dekat,” ucapnya.
Guna menunjang kenyamanan dan efektivitas proses belajar, sekolah rakyat di Jawa Barat juga dibekali fasilitas yang lengkap.
Dari sarana pembelajaran seperti meja, kursi, alat tulis, hingga laptop dan ruang laboratorium, semuanya disiapkan secara representatif. Bahkan, asrama tempat tinggal siswa pun dirancang agar nyaman dan mendukung kegiatan belajar sehari-hari.
"Fasilitas kami pastikan lengkap. Anak-anak akan merasa betah belajar dan tinggal di sini," jelas Herman.
Ia juga mengingatkan para pendidik agar memberikan perhatian penuh kepada siswa, khususnya mereka yang tinggal di asrama, agar kebutuhan emosional dan sosial mereka juga terpenuhi dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....