Pemkot Bandung Gencarkan Upaya Pencegahan Stunting
- 08 Agt 2025 17:44 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menggalakkan upaya pencegahan stunting demi menjaga kualitas sumber daya manusia di masa depan. Stunting diketahui dapat berdampak serius pada anak, mulai dari gangguan perkembangan otak, kesulitan belajar, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis saat dewasa.
“Mencegah stunting sama saja dengan menabung untuk masa depan Bandung yang lebih sehat dan produktif,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, Jumat (8/8/2025).
Erwin menegaskan, penurunan angka stunting merupakan target nasional yang harus dicapai dengan kerja sama semua pihak. Untuk itu, Pemkot Bandung membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kota hingga kelurahan. Tim ini bergerak dengan pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.
“Kami ingin semua pihak terlibat, karena stunting bukan hanya urusan pemerintah. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Sejumlah program inovatif pun digulirkan, di antaranya, e-Penting, untuk pendataan stunting secara digital. Buruan SAE, program ketahanan pangan keluarga. Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), yang memastikan asupan gizi anak terpenuhi. Edukasi juga diberikan di sekolah-sekolah dan komunitas untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan stunting berarti melindungi masa depan anak-anak Bandung.
Baca juga: Bulog Miliki Kelebihan Stok 60 Ribu Ton Gabah
Upaya ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. Sektor swasta turut berperan melalui program CSR, sedangkan lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat aktif memberikan pendampingan di lapangan.
“Dengan menggabungkan semua kekuatan, kita bisa memastikan gizi, sanitasi, dan edukasi sampai ke keluarga yang paling membutuhkan. Tujuan kita jelas, mencetak generasi Bandung yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” paparnya.
Berdasarkan data terkini, prevalensi stunting di Kota Bandung pada 2024 berada di angka 12,4 persen, melampaui target awal 14 persen. Angka ini menunjukkan progres signifikan dibandingkan 2018 yang masih di 26,21 persen dan sempat naik menjadi 28,12 persen pada 2019/2020.
Tren mulai menurun pada 2021 menjadi 26,4 persen, dan terus berlanjut hingga capaian saat ini. Peta sebaran balita stunting per Maret 2025 mencatat, jumlah balita di Kota Bandung mencapai 85.963 jiwa yang tersebar di 30 kecamatan. Kecamatan Kiaracondong menjadi wilayah dengan jumlah balita terbanyak, yakni 690 balita. Dari total balita tersebut, 69.030 balita atau sekitar 80,31 persen telah menjalani pengukuran berat badan, tinggi badan, dan status gizinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....