Riset Intensif Dorong Kenaikan Jumlah Profesor UPI

  • 08 Mei 2026 13:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam penguatan kualitas akademik. Salah satu indikatornya terlihat dari bertambahnya jumlah Guru Besar di lingkungan kampus tersebut. Ketua Dewan Guru Besar UPI, Dadang Sunendar, menegaskan, konsistensi dalam penelitian menjadi faktor paling menentukan dalam mendorong peningkatan jumlah profesor di perguruan tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dadang usai rangkaian prosesi Pengukuhan Guru Besar UPI yang digelar selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 7–8 Mei 2026, di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI Bandung. Dalam kegiatan itu, sebanyak 14 akademisi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan.

Dengan tambahan tersebut, jumlah profesor aktif di lingkungan UPI kini mencapai 253 orang. Angka ini setara dengan sekitar 15,6 persen dari total keseluruhan dosen yang ada di kampus tersebut. Persentase tersebut dinilai cukup tinggi dan melampaui rata-rata nasional yang saat ini masih berada di kisaran 2 hingga 3 persen.

Prof. Dadang menjelaskan, pencapaian tersebut bukan sesuatu yang diraih dalam waktu singkat. Menurutnya, perjalanan menuju jabatan Guru Besar membutuhkan proses panjang yang menuntut dedikasi akademik, produktivitas ilmiah, serta pengakuan keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.

“Perlu dipahami bahwa turunnya Surat Keputusan Guru Besar dari Menteri itu tidak mudah. Ada perjuangan dan perjalanan panjang dari seorang dosen untuk melakukan riset, menghasilkan karya ilmiah, serta temuan-temuan yang harus direkognisi secara nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekuatan utama dalam menghasilkan karya monumental para profesor di UPI terletak pada keberlanjutan riset yang dilakukan para dosen. Berbagai hasil penelitian tersebut lahir melalui dukungan beragam skema pendanaan, mulai dari hibah internal universitas hingga kompetisi penelitian berskala nasional dan internasional.

"Kunci utamanya adalah intensitas riset. Karya-karya terbaik para guru besar ini dihasilkan melalui berbagai skema hibah, baik hibah internal UPI maupun hibah kompetisi nasional dan internasional,” kata Prof Dadang.

Selain menyoroti budaya penelitian, Prof. Dadang juga melihat adanya dinamika positif dalam regenerasi akademik di UPI. Menurutnya, saat ini profil Guru Besar semakin beragam dan tidak lagi identik dengan akademisi senior. Hal itu terlihat dari dikukuhkannya Eka Cahya Prima sebagai Guru Besar pada usia 35 tahun.

“Sekarang profil guru besar semakin merata; tidak selalu identik dengan usia tua. Kita bisa melihat sosok Prof. Eka Cahya Prima yang berhasil menjadi guru besar di usia 35 tahun. Ini menunjukkan bahwa regenerasi di UPI berjalan dengan baik dan dinamis,” sambungnya.

Lebih jauh, ia menilai pengukuhan Guru Besar memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pencapaian personal. Menurutnya, para profesor memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat literasi publik, menghadirkan pemikiran strategis bagi bangsa, sekaligus menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan tinggi.

Saat ini UPI juga tercatat memiliki 344 dosen dengan jabatan Lektor Kepala yang sedang dipersiapkan untuk melangkah ke jenjang Guru Besar. Dewan Guru Besar berharap capaian pengukuhan tahun ini dapat menjadi pemacu semangat bagi para dosen muda untuk terus aktif meneliti, menghasilkan inovasi, dan melahirkan karya ilmiah yang memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....