UPI Kukuhkan 14 Guru Besar, Perkuat Daya Saing Akademik

  • 08 Mei 2026 13:22 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan kualitas akademiknya dengan mengukuhkan total 14 guru besar dalam prosesi akademik yang digelar selama dua hari di Gedung Achmad Sanusi, Kampus UPI, Kota Bandung.

Pada hari pertama, Kamis, 7 Mei 2026, sebanyak delapan profesor resmi dikukuhkan, sementara enam lainnya dijadwalkan menjalani prosesi serupa pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pengukuhan tersebut menjadi langkah strategis bagi UPI dalam memperkokoh posisi sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hingga awal 2026, jumlah guru besar di lingkungan UPI telah mencapai 254 orang dari total 1.628 dosen, atau sekitar 15,60 persen. Angka ini melampaui rata-rata nasional yang masih berada di kisaran 2 hingga 3 persen dari total dosen di Indonesia.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, menegaskan, pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik tahunan, melainkan bagian dari upaya besar universitas untuk memperkuat kualitas institusi di level nasional maupun internasional. Menurutnya, kehadiran profesor baru akan memberi kontribusi signifikan terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

“Hari ini kita mengukuhkan delapan guru besar dan besok enam guru besar, sehingga totalnya 14 orang. Ini merupakan capaian penting karena keberadaan guru besar akan memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, baik dalam pengajaran, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Didi Sukyadi, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia juga menambahkan, peningkatan jumlah profesor akan berdampak langsung terhadap reputasi akademik universitas di berbagai pemeringkatan internasional, seperti QS World University Rankings maupun Times Higher Education (THE).

"UPI harus terus bergerak maju sebagai universitas yang unggul dan berdaya saing global. Target tersebut tidak akan tercapai tanpa kontribusi nyata para guru besar, baik dalam peningkatan reputasi akademik, penguatan riset, maupun pembangunan jejaring kolaborasi yang produktif,” katanya.

Pada prosesi pengukuhan hari pertama, delapan guru besar dari beragam disiplin ilmu resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari bidang evaluasi kurikulum, pembelajaran bahasa Indonesia, linguistik fungsional, pembelajaran matematika, kimia berkelanjutan, fisika material sel surya, fisika material optoelektronik, hingga konversi dan konservasi termo-kimia.

Keragaman bidang kepakaran ini menunjukkan komitmen UPI dalam memperkuat pendekatan multidisipliner yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan tantangan global.

Didi menekankan, peran guru besar tidak hanya sebatas pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai motor inovasi yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Karena itu, UPI terus mendorong peningkatan kualitas riset, produktivitas publikasi ilmiah, serta kolaborasi lintas institusi baik di dalam maupun luar negeri.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti pentingnya regenerasi akademik melalui percepatan karier dosen menuju jabatan profesor di usia produktif. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kesinambungan budaya akademik yang sehat di lingkungan kampus.

"Dosen jangan menunggu usia tua untuk menjadi guru besar. Kami mendorong percepatan karier akademik sejak muda agar produktivitas riset tetap tinggi dan dampaknya bagi masyarakat dapat dirasakan lebih luas,” sambungnya.

Pengukuhan 14 guru besar ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang UPI dalam membangun ekosistem akademik berbasis riset dan inovasi. Ke depan, universitas ini berkomitmen terus memperkuat kualitas sumber daya manusia akademik melalui kolaborasi multidisipliner, hilirisasi hasil penelitian, serta pengembangan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas dan pembangunan nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....