Kecanduan Gawai Ancam Daya Fokus Manusia
- 24 Des 2025 06:18 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Selama hampir satu abad, kecerdasan manusia mengalami peningkatan dari generasi ke generasi. Hal itu seiring membaiknya nutrisi dan akses pendidikan yang semakin luas di berbagai negara.
Namun, tren tersebut dilaporkan berhenti sejak awal tahun 2000-an. Sejumlah negara maju seperti Norwegia, Denmark, dan Inggris justru mencatat penurunan skor kecerdasan atau IQ pada generasi mudanya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai pembalikan Flynn Effect.
Dilansir dari kanal YouTube @edutektif, penurunan tersebut bukan disebabkan faktor genetik, melainkan perubahan lingkungan dan gaya hidup, khususnya meningkatnya paparan gawai serta distraksi digital yang masif dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Fokus Membaca di Kalangan Anak Muda Kian Menurun
Sejumlah riset internasional mendukung temuan tersebut. Profesor Gloria Mark dari University of California, Irvine, dalam bukunya Attention Span mencatat bahwa rentang fokus manusia di depan layar menyusut drastis, dari dua hingga tiga menit pada awal 2000-an menjadi rata-rata hanya 47 detik saat ini. Sementara itu, penelitian Profesor Glenn Wilson dari University of London menyebutkan kebiasaan multitasking digital secara konstan dapat menurunkan IQ hingga 10 poin.
Para peneliti juga menemukan penggunaan internet berlebihan berpotensi memengaruhi bagian otak bernama prefrontal cortex, yang berperan penting dalam pengambilan keputusan dan pengendalian impuls, sehingga seseorang lebih mudah terdistraksi dan sulit menghentikan kebiasaan menggulir layar.
Fenomena yang kerap disebut sebagai brain rot atau pembusukan otak ini dinilai dapat mengikis kemampuan berpikir mendalam, meningkatkan kecemasan, serta menurunkan kualitas hidup apabila tidak disadari dan dikendalikan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....