Peleatarian Domba Garut, Bupati : Dorong Pertumbuhan Ekonomi

  • 06 Okt 2026 20:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut mendukung penuh terhadap pelestarian budaya domba Garut. Diksempatan Grand Final Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Liga Garut dan Kontes Ternak Tahun 2026 di Pamidangan Lembah Gunung Guntur Anugrah,Bupati Garut Abdusy Sakur Amin mengatakan,pemeliharaan domba Garut tidak hanya berorientasi pada komoditas daging, tetapi juga perlu dilakukan dengan perawatan yang baik dan penuh kasih sayang agar memiliki nilai jual tinggi.

"Karena domba kalau dijual hanya dagingnya saja, itu harganya gak akan mahal. Tapi kalau domba yang dipelihara dengan baik, dengan kasih sayang, dengan cinta, insha Allah harganya akan jadi bagus. Ini akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Garut," katanya.

Syakur menilai kegiatan yang berlingkup Provinsi Jawa Barat tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta domba, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Yang kedua juga ini adalah aja silaturrahmi, tadi saya dengar ini kegiatannya bersekup Provinsi Jawa Barat, ini silaturahmi antara orang-orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap domba. Domba ini adalah makhluk yang unik ya, yang tadi kuat kelihatannya, tanduknya besar seperti kita semua ingin mencari menunjukkan kekuatan kita," katanya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen mendorong kegiatan serupa agar lebih dikenal luas dengan menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Menurut Syakur, kekhasan budaya domba Garut yang dimiliki Garut dan Jawa Barat diharapkan dapat memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Sekjen Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Garut, Asep Rahwanto, menjelaskan bahwa puncak acara merupakan rangkaian akhir dari sembilan putaran liga yang sebelumnya digelar di delapan pamidangan berbeda.

Ia memaparkan, seni ketangkasan domba tahun ini diikuti 461 ekor domba yang terbagi dalam Kelas A sebanyak 143 ekor, Kelas B sebanyak 143 ekor, dan Kelas C sebanyak 175 ekor. Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Sumedang, Pangandaran, dan Bandung.

Selain seni ketangkasan, kegiatan ini juga dimeriahkan kontes ternak lokal khusus peternak asal Kabupaten Garut dengan lima kategori dan total 170 ekor ternak.

Kategori tersebut meliputi Raja Petet Non Poel sebanyak 59 ekor, Raja Petet Satu Pasang Poel 55 ekor, Raja Calon Pejantan atau Raja Kasep dua pasang poel 33 ekor, Raja Pedaging dua pasang poel 8 ekor, serta Ratu Bibit dua pasang poel sebanyak 15 ekor.

"Kalau untuk kontes ternak ini diselenggarakan lokal, jadi peternak yang hanya di Kabupaten Garut saja yang ikut. Tetapi untuk SKDG ini terbuka, jadi ada yang dari Sumedang, Pangandaran, Bandung, jadi banyak. Jadi bukan hanya dari Kabupaten Garut saja," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....