Paguyuban Sundawani Dukung Penuh Tasyakur Nelayan Garut Selatan

  • 06 Jul 2026 19:37 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Disela Tasyakur Nelayan Santolo Tahun 2026 yang digelar di Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu, 5 Juli 2026. Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Garut, Evan Saepul Rohman, serta Tokoh Nelayan Santolo, Ninih Sumarni. Keduanya mengaku bangga dengan animo luar biasa dari masyarakat. Mereka pun menyatakan siap mendukung penuh agar gelaran tahun depan bisa dikemas dengan jauh lebih meriah.

"Momentum ini kami harapkan dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan para nelayan. Selain mempererat silaturahmi, acara ini menjadi wadah aspirasi masyarakat pesisir," katanya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan, sektor kelautan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen penuh untuk mendorong kesejahteraan nelayan, salah satunya melalui perbaikan aksesibilitas.

"Kita diberi keberkahan dan rezeki sehingga para nelayan di santolo khususnya bisa menikmati hasil laut. Kedepan seperti yang disampaikan oleh Pak Pudin mudah-mudah kita akan berdiskusi di Pemerintah daerah dengan Bupati dan Pak Ketua, bagaimana caranya infrastruktur yang menuju ke Santolo ini kedepan semakin baik. Namun, kami juga mengingatkan para nelayan untuk senantiasa menjaga ekosistem laut. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?" Ujarnya.

Ia membidik kegiatan Tasyakur Nelayan ini agar dapat dilaksanakan secara simultan, berkelanjutan, dan masuk ke dalam kalender rujukan agenda kepariwisataan daerah.

"Mudah-mudahan tahun depan kita acarakan kegiatan ini jadi lebih meriah lagi tentu dengan dukungan seluruh pihak. Nah, ini menjadi salah satu agenda kepariwisataan, sehingga pariwisata yang ada Kabupaten Garut menjadi salah satu yang akan bisa dilihat sebagai atraksi wisata yang ada di Kabupaten Garut," katanya.

Puncak peringatan Tasyakur Nelayan Santolo 2026 ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya, gelar budaya tradisional dan lomba hias perahu nelayan. Prosesi ritual adat larung sajen ke tengah laut. Penyediaan layanan publik gratis (Pelayanan Kesehatan, Disdukcapil, dan BPJS ketenagakerjaan). Kegiatan rohani Istigosah berjamaah dan santunan anak yatim piatu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....