Kesenian Domyak, Warisan Ritual Memohon Hujan Masyarakat Sunda

  • 30 Sep 2026 09:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Purwakarta: Kesenian tradisional Domyak merupakan salah satu kekayaan budaya agraris masyarakat Sunda yang sarat akan nilai magis dan historis, Domyak lahir dari tradisi agraris masa lampau.

Kesenian ini awalnya tumbuh dan berkembang di wilayah Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta terutama di Desa Pasirangin sebagai bagian dari ritual sakral masyarakat untuk memohon turunnya hujan kepada Sang Pencipta saat musim kemarau panjang melanda ladang pertanian mereka.

Secara historis, akar Domyak erat kaitannya dengan kehidupan petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk kelangsungan hidup tanaman padi. Ketika kekeringan mengancam dan sumber air mulai mengering, para leluhur Sunda menggelar ritual khusus yang diiringi oleh tabuhan waditra tradisional serta kidung doa, yang kemudian bertransformasi menjadi bentuk seni pertunjukan rakyat yang dinamis dan menghibur.

Meskipun berawal dari ritual permohonan yang sakral, Domyak kini telah bergeser fungsi menjadi hiburan rakyat yang meriah dalam berbagai perhelatan budaya. Pertunjukan ini biasanya menampilkan perpaduan unsur seni tari, tabuhan kendang yang bersemangat, serta vokal khas Sunda yang dibawakan oleh para seniman lokal dengan mengenakan busana tradisional yang warna-warni.

Daya tarik utama kesenian Domyak terletak pada interaksi akrab antara para pemain dan penonton yang sering kali ikut terbawa suasana untuk berjoget bersama. Musik pengiringnya yang berirama dinamis mampu menciptakan energi positif yang menyatukan seluruh warga desa, menjadikannya media pemersatu sosial yang sangat efektif di tengah masyarakat pedesaan Sunda.

Hingga saat ini, tradisi kesenian Domyak masih tetap dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat di beberapa kantong kebudayaan di wilayah Purwakarta dan sekitarnya. Selain di Darangdan, pementasan kesenian ini masih kerap dihidupkan dalam acara adat, bersih desa, maupun festival budaya oleh kelompok-kelompok seni tradisional lokal yang gigih mempertahankan warisan leluhur mereka.

Oleh karena itu, upaya pelestarian yang melibatkan peran aktif pemerintah daerah, para seniman, dan generasi muda sangat mendesak untuk dilakukan segera. Melalui revitalisasi pertunjukan, dokumentasi digital, serta pementasan rutin di berbagai festival budaya, Domyak diharapkan dapat terus hidup, dicintai, dan dibanggakan sebagai identitas leluhur masyarakat Sunda yang tak ternilai harganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....