Menjaga Nyala Tradisi Nyiar Lumar di Ciamis

  • 26 Agt 2026 23:11 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Ciamis: Tradisi Nyiar Lumar merupakan warisan budaya unik khas masyarakat Desa Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang digelar secara berkala di kawasan situs bersejarah Astana Gede.

Secara harfiah, "nyiar lumar" memiliki arti mencari cahaya berpendar yang berasal dari jamur malam atau fosfor kayu lapuk. Namun bagi masyarakat setempat, tradisi ini bukan sekadar aktivitas fisik di kegelapan malam, melainkan sebuah ritual kebudayaan yang serat akan pemaknaan spiritual serta penghormatan terhadap leluhur Kerajaan Sunda Galuh.

Pelaksanaan ritual ini berpusat di areal situs Astana Gede Kawali, tempat tersimpannya prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Galuh abad ke-14. Suasana magis amat terasa ketika para peserta menyusuri kegelapan Hutan Lindung Astana Gede hanya berbekal obor, impes (lampion tradisional), atau penerangan alami.

Perjalanan menyusuri jejak-jejak sejarah di bawah rimbunnya pepohonan purba ini membawa siapapun yang hadir untuk sejenak melepaskan diri dari riuk-pikuk keduniawian dan merenungkan asal-usul kehidupan.

Makna filosofis utama dari Nyiar Lumar terletak pada pencarian "cahaya" kebaikan dan kearifan dalam diri setiap manusia. Kegelapan malam simbol dari kebodohan dan kesesatan, sedangkan pendaran cahaya yang dicari melambangkan petunjuk, kejujuran, serta kesucian hati.

Melalui kegiatan berjalan di tengah kegelapan ini, masyarakat diajak untuk senantiasa mengintrospeksi diri dan mencari nila-nilai kebaikan agar dapat menjadi penerang bagi sesama di dalam kehidupan bermasyarakat.

Seiring berjalannya waktu, tradisi Nyiar Lumar telah berkembang menjadi festival seni dan budaya yang dinantikan masyarakat luas. Acara ini dikemas dengan menyajikan berbagai pementasan seni tradisional Sunda, seperti karawitan, tari-tarian, teater, hingga pembacaan puisi di beberapa titik panggung alam.

Perpaduan antara nilai sakral ritual dan pertunjukan seni ini berhasil menyedot perhatian wisatawan, seniman, hingga budayawan dari berbagai daerah untuk berkumpul dan bersilaturahmi. Tradisi Nyiar Lumar menjadi bukti nyata komitmen warga Ciamis dalam merawat memori kolektif dan melestarikan kearifan lokal.

Lebih dari sekadar perayaan rutin, kegiatan ini efektif merekatkan tali persaudaraan antarwarga serta menanamkan rasa bangga akan identitas budaya Galuh kepada generasi muda. Cahaya Nyiar Lumar pun akan terus berpendar, menuntun langkah masyarakat Ciamis untuk tetap berpijak pada akar budayanya di tengah arus modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....