Lahang, Minuman Khas Masyarakat Sunda

  • 21 Sep 2026 15:20 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung: Masyarakah Sunda memiliki minuman Khas daerahnya selain Bandrek dan Bajigur, ada juga Lahang. Lahang Lahang adalah minuman tradisional manis penyegar dahaga khas masyarakat Sunda yang berasal dari air nira sadapan bunga jantan pohon aren.

Dikutip dari laman Perpustakan Digital Budaya Indonesia tentang “Lahang - Minuman Tradisional Khas Sunda (Jawa Barat)”, menjelaskan bahwa Lahang adalah sejenis minuman tradisional khas Sunda (Jawa Barat) yang berupa air nira dari pohon aren. Adapun yang menyebut lahang dengan nama lain, seperti legen atau tuak manis. Lahang terkenal sebagai minuman isotonik tradisional.

Masyarakat Sunda di Jawa Barat telah memanfaatkan air nira dari pohon aren secara turun-temurun. Baik untuk diolah menjadi gula merah (gula kawung) maupun dikonsumsi langsung sebagai air lahang.

Getah atau nira disadap langsung dari mayang atau bunga jantan pohon aren yang biasanya berusia sekitar 5 tahun. Wadah tradisional yang digunakan untuk menampung cairan ini adalah potongan bambu yang kerap disebut Lodong.

Pada zaman dulu, tepatnya sebelum era modern atau tahun 2000-an, pedagang lahang keliling sangat mudah dijumpai di perkampungan hingga sudut-sudut kota di tatar Sunda. Mereka biasanya memikul dua tabung bambu besar berisi lahang dingin.

Air nira murni sangat cepat mengalami proses fermentasi pada suhu ruang dan berubah menjadi asam atau beralkohol (seperti tuak). Oleh karena itu, para penjual tradisional menerapkan teknik pendinginan menggunakan es batu atau proses pemanasan ringan agar kesegaran dan kemanisannya terjaga.

Seiring perkembangan zaman dan masuknya berbagai minuman modern, keberadaan tukang lahang keliling semakin langka. Kini lebih sering ditemui di kawasan wisata tertentu atau acara budaya Sunda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....