Kenalkan Batik pada Generasi Muda, Canting Community diapresiasi Dekranasda
- 12 Sep 2026 09:48 WIB
- Bandung
Poin Utama
- Batik
RRI CO.ID, Tasikmalaya - Gen Z Canting Community kenalkan budaya melalui aktivitas mencanting kepada generasi muda. Komunitas yang berdiri sejak Agustus 2026 oleh Finalis Putra Putri Batik Nasional asal Tasikmalaya Raya Mahesa ini, mewadahi generasi muda yang memahami dan mengenal batik lebih dekat.
Komunitas ini juga menjadi advokasi Raya, sebagai finalis Putra Putri Batik Nasional. Ini dilakukan, mengingat meskipun batik sudah dikenal secara luas, akan tetapi akses generasi muda mengetahui proses pembuatan batik, masih sangat minim.
“Makanya komunitas ini hadir, untuk bagaimana memfasilitasi generasi muda untuk mengenal dan mempelajari batik lebih dalam,” kata Raya, Jumat 11 September 2026.
Gen Z Community sendiri lanjut Raya, memiliki tiga nilai utama. Nilai tersebut adalah “Converse”, dimana komunitas Canting ini mampu melestarikan batik melalui aktivitas mencanting dengan suasana menyenangkan.
Kemudian ada “Create” yang memberi ruang kepada generasi muda, untuk menciptakan karya batik sendiri. Termasuk Connect, yang mewadahi generasi muda untuk memiliki relasi dan koneksi, dengan yang memiliki ketertarikan terhadap batik.
Konsep ini, kemudian diwujudkan dengan kelas mencanting, yang dilaksanakan di Rumah Batik Agnesa, Kota Tasikmalaya, Jumat 11 September 2026. Kegiatan ini diikuti, sedikitnya 15 peserta yang antusias mencanting, sekaligus mendapatkan wawasan mengenai proses membatik dari awal hingga akhir.
Peserta juga mendapat kesempatan membuat batik sendiri, selain diberi pengetahuan proses pembuatan batik dari tahap awal, hingga proses pewarnaan. Kesempatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para peserta.
“Bagi saya komunitas ini tidak hanya menjadi advokasi saja. Melainkan, menjadi bagian dalam melestarikan budaya bangsa yang telah diakui UNESCO,” ujar Raya.
Sementara itu, kegiatan ini juga mendapat perhatian Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya Rani Permayani. Ia mengapresiasi kegiatan itu.
Menurut Rani, kelas mencanting menjadi salah satu cara mendekatkan batik kepada generasi muda. Kegiatan ini, juga diharapkan diharapkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik.
“Diharapkan kegiatan mencanting ini, menumbuhkan kecintaan generasi Z terhadap batik, sekaligus menambah pengetahuan tentang membatik,” ujarnya.
Ia berharap ke depan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, namun turut melestarikan batik, dan mempromosikan batik, khususnya batik khas Kota Tasikmalaya.”saya selaku wakil ketua dekranasda berterima kasih kepada Raya Mahesa, Agnesa, Canting Community dan seluruh peserta, yang turut mewarnai keberagaman motif batik kota tasikmalaya melalui kelas canting ini,” katanya.
Rani juga mendorong, agar batik Kota Tasikmalaya masuk ke dunia fesyen, yang tidak hanya sekadar kemeja dan pakaian kantor. Melainkan, dengan desain beragam sesuai perkembangan zaman.
“Saya berharap batik kota tasikmalaya bisa menjadi luas untuk beragam desain fesyen. Baik itu jaket, gaun pesta, atau dipadupadankan dengan bordir, tenun dan lainnya,” ucapnya.
Sedangkan hadirnya Gen Z Canting Community ruang mengenal batik bagi generasi muda semakin terbuka. Kegiatan mencanting, akan menjadi langkah bagaimana generasi muda turut melestarikan budaya batik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....