Festival Celempung Hidupkan Kembali Minat Generasi Muda
- 28 Agt 2026 12:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Di tengah kekhawatiran alat musik tradisional Sunda mulai dilupakan, celempung kembali diperkenalkan kepada generasi muda melalui The Wonder of Waditra Celempung atau Festival 101 Alat Musik Celempung. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Amphiteater UPI Bandung, Jalan Dr. Setiabudi No. 299, Kamis Malam, 27 Agustus 2026.
Festival ini menjadi ruang bagi para pemain celempung untuk menunjukkan permainan sekaligus memperkenalkan alat musik tradisional Sunda kepada masyarakat. Tidak hanya menampilkan celempung, festival juga menghadirkan kolaborasi dengan berbagai alat musik tradisional lainnya.
Pemain Festival 101 Alat Musik Celempung, Dinda dan Putri, mengaku tertarik terlibat dalam festival karena sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam memainkan celempung. Bagi mereka, festival menjadi kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman dalam memainkan alat musik tersebut.
“Awalnya cuma tahu celempungnya doang, enggak pernah ke sini, enggak pernah main. Jadi adanya festival ini membantu kita buat lebih luas, lebih banyak mengenal alat musik,” ujarnya dengan lantang.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan skala yang lebih besar, tempat yang lebih luas dan festival tidak hanya menghadirkan celempung, tetapi turut memperkenalkan alat-alat musik tradisional lain yang mulai jarang ditemui.
Ketua Pelaksana Festival Celempung, Mustika Iman Jakaria, mengatakan festival tersebut berangkat dari kekhawatiran terhadap alat musik tradisional Sunda yang mulai dilupakan masyarakat.
Festival ini digagas melalui inisiatif teman-teman dari ISBI Bandung dan UPI Bandung.
Menurut sang penggagas, apabila seluruh alat musik tradisional Sunda ingin digarap sekaligus, prosesnya membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, celempung dipilih sebagai salah satu alat musik yang terlebih dahulu diperkenalkan melalui festival.
Celempung kemudian dikemas dalam konsep yang menarik agar dapat meningkatkan minat generasi muda. Tidak hanya mengenal dan mencintai, Ia berharap generasi muda nantinya mampu memainkan hingga memperoleh peluang ekonomi dari kesenian tersebut.
“Diharapkan dapat meningkatkan minat terutama minat dari generasi muda untuk kembali mencintai, lebih jauhnya dapat memainkan, lebih jauhnya dapat menghasilkan uang dari kesenian atau alat musik celempung ini,” ungkapnya dengan penuh harapan.
Upaya mengenalkan celempung dinilai memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh. Musisi Ganjar Motekar, yang turut menampilkan karya komposisi bersama komunitas Saung Karinding Mangdedi, mengajak generasi muda untuk mempelajari alat musik tradisional daerah.
Ganjar menilai kemampuan memainkan musik tradisional dapat menjadi modal untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke luar negeri. Menurutnya, alat musik tradisional memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat internasional.
“Ketika kita membawa misi ke luar negeri tentang kebudayaan alat musik tradisi, itu sangat digemari dan sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat luar,” ujarnya.
Festival The Wonder of Waditra Celempung tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan musik tradisional dengan generasi muda. Keterlibatan pemain muda menunjukkan bahwa celempung masih memiliki ruang untuk terus dimainkan dan dikembangkan.
Melalui festival dan pengalaman bermain secara langsung, celempung diharapkan tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi tetap hidup di tangan generasi yang akan meneruskannya.
Penulis : Lilis Nurhayati
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....