Pemerintah Kota Bandung saat ini masih melakukan uji coba mesin pengolahan sampah
- 28 Agt 2026 12:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung saat ini masih melakukan uji coba mesin pengolahan sampah di Kelurahan Padasuka. Uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan mesin dapat bekerja secara optimal dan efisien sebelum diterapkan di wilayah lainnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dari rencana penerapan mesin pengolahan sampah di 20 titik, saat ini baru satu unit yang dioperasikan sebagai tahap percobaan.
"Mesin sampah itu tidak seperti kita membeli alat elektronik, datang ke rumah, colok, langsung hidup. Henteu (tidak). Karena ini mesin industri, sekecil apa pun harus dicoba, dipasang dulu, dilihat konstruksinya benar atau tidak, pengelolaan polusi udaranya sudah baik atau belum," ujar Farhan, Kamis 28 Agustus 2026.
Menurut Farhan, mesin yang diuji coba di Padasuka tersebut memiliki kapasitas penuh sekitar tiga ton. Hasil evaluasi awal memang sudah keluar, namun performanya dinilai masih belum konsisten sehingga perlu terus dilakukan penyempurnaan.
"Saya minggu lalu datang ke Padasuka. Hasilnya sudah ada, tapi masih belum konsisten. Maka akan terus ditingkatkan konsistensinya," katanya.
| Baca juga: Juara LCC HAM Jabar Jadi Duta HAM |
Farhan menyebut, pemerintah masih menghitung sejumlah aspek sebelum memutuskan penerapan mesin tersebut secara lebih luas. Di antaranya efisiensi konsumsi listrik, kebutuhan tenaga kerja, hingga biaya pengelolaan sampah yang nantinya harus dibayarkan masyarakat.
"Berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, berapa besar kalau kita mau menjual jasa pengelolaan sampah kepada masyarakat, masyarakat harus membayar berapa, atau apakah nanti bisa ditanggung atau disubsidi pemerintah. Itu masih kita hitung, jadi sekarang masih eksperimen," jelasnya.
Ia menargetkan hasil uji coba sudah dapat diketahui secara lebih jelas pada Oktober 2026. Jika terbukti efisien, Pemkot Bandung akan mulai menggandakan mesin tersebut di 20 titik.
"Kalau Oktober sudah ketahuan hasilnya dan ternyata efisien, kita bisa langsung laksanakan. Langsung duplikasi di 20 dulu. Dari 20, semuanya berjalan, baru kita tambah secara bertahap sampai 151, satu di setiap kelurahan," ungkap Farhan.
Sementara itu, Farhan menegaskan skema mesin pengolahan sampah yang tengah diuji coba Pemkot Bandung berbeda dengan rencana fasilitas pengolahan sampah yang melibatkan Danantara.
"Kalau Danantara sekaligus 300 ton di satu wilayah," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....